Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bencana Alam Terjadi Di Mana-mana, Perlukah Pelajaran Bencana Di Sekolah?

Muhadjir Effendy : Kami Sisipkan Ke Pelajaran Relevan

Jumat, 18 Januari 2019 10:48 WIB
Bencana Alam Terjadi Di Mana-mana, Perlukah Pelajaran Bencana Di Sekolah? Muhadjir Effendy : Kami Sisipkan Ke Pelajaran Relevan

RM.id  Rakyat Merdeka - Wilayah Indonesia masuk dalam cincin api (ring of fire) bencana. Mulai dari gempa berskala kecil, yang hanya menimbulkan efek goyang dan tanpa korban, baik korban jiwa maupun infrastuktur. Selain bencana gempa, bencana longsor pun akrab terjadi. Pun bencana tsunami. 

Kini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun memandang penting memasukkan pendidikan bencana dalam kurikulum pendidikan. Upaya itu dilakukan agar masyarakat mendapatkan pengetahuan sejak dini terkait kebencanaan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, kementeriannya akan memberikan dasar-dasar keterampilan hidup atau basic of life skills kepada siswa. Salah satunya mengenai pendidikan ketahanan terhadap bencana. 

Baca Juga : Fahri Hamzah : Saya Tak Setuju, KPK Makin Eksklusif Saja

Mendikbud menegaskan, pendidikan ketahanan bencana dimasukkan ke dalam kurikulum. Namun, dia juga mempertimbangkan membuat mata pelajaran khusus, Lantas bagaimana sebetulnya pelajaran soal bencana ini? Apakah akan dibuat mata pelajaran tersendiri atau tidak? Bagaimana pula pandangan BNPB selaku instansi yang menangani bencana terkait rencana ini? Berikut penuturan lengkapnya.

Persiapan Kemendikbud seperti apa dalam mengalokasikan anggaran untuk mitigasi bencana?
Kami tidak bicara anggaran, tapi kami bicara program. Beberapa waktu lalu Pak Presiden Jokowi sudah menyampaiakan agar kegitan kebencanaan itu berfungsi untuk mengedukasi, agar dipercepat. 

Baca Juga : Saut Situmorang : Sudah Lama Penegak Hukum Dipersenjatai

Maksudnya?
Ya, disisipkan ke mata pelajaran yang relevan. Antara lain geografi, Ilmu Pengetahuan Alam, kemudian masuk di salah satu bagian dari program penguatan karakter (PPK) yang bermuatan pendidikan karakter. Sebab di PPK sudah ada komponen pencegahan penggunaan obat-obatan terlalarang.  Kemudian tentang toleransi mencegah terjadinya intoleran. Lalu kejahatan di sekolah maupun di luar sekolah. Ada juga radikalisme. Jadi nanti juga masuk dalam kebencanaan. 
 Selanjutnya