Dark/Light Mode

Ketika Luhut Bertanya Kepada Anak Muda, Berapa Nilai Matematikamu?

Sabtu, 20 Nopember 2021 09:23 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, saat menerima 10 siswa SMA Taruna Nusantara yang berkunjung ke kantornya. (Foto: Instagram)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, saat menerima 10 siswa SMA Taruna Nusantara yang berkunjung ke kantornya. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ternyata sangat menyukai anak muda yang pintar matematika. Tak heran, ia pun kerap bertanya soal pencapaian nilai matematika kepada setiap anak muda, yang akan bergabung bersamanya di kantor.

"Pertanyaan itulah yang sering saya lontarkan kepada setiap anak muda yang akan bergabung bersama saya di kantor. Pertanyaan itu juga  saya lontarkan kepada 10 siswa SMA Taruna Nusantara, yang sedang berkunjung ke kantor saya kemarin untuk mendengar dan berbagi pengalaman yang sama. Tentang metode pendidikan militer yang pernah saya alami, dan sedang mereka jalani saat ini," ungkap Luhut lewat akun Instagramnya, Jumat (19/11).

Lulusan Terbaik Akademi Militer Nasional Tahun 1970 itu mengaku tak pandai dalam bidang matematika. Tapi, suka sekali dengan orang yang matematikanya hebat.

Berita Terkait : Smartfren Kokreasi Buka Peluang untuk Anak Muda Menjadi Generasi Kreatif

Sebab, hal itu mengingatkannya kepada sosok sang ayah, Bonar Pandjaitan yang jago matematika. 

Dari sang ayah, Luhut belajar, bahwa dengan penguasaan dan pemahaman salah satu bidang sains yang mumpuni, seseorang akan menguasai metode problem solving di segala bidang.

"Saya bangga sekali, ketika melihat salah satu cucu laki-laki saya punya pemahaman matematika yang kuat. Bahkan, dia mendapatkan award di bidang matematika dan fisika," tutur Luhut.

Berita Terkait : Bersama Anak Muda, Floridina Hadirkan keceriaan dan Semangat Positif

Menteri kelahiran 28 September 1947 ini pun menceritakan latar belakangnya mendirikan Yayasan Pendidikan DEL @yayasandel 20 tahun silam.

Selain karena terinspirasi oleh Jenderal TNI Benny Moerdani, senior sekaligus mentornya di militer, Luhut juga mengaku menaruh perhatian besar pada perkembangan sains dan ilmu pengetahuan di Indonesia.

"Kalau saya boleh sombong, SMA Unggul DEL yang saya dirikan 10 tahun lalu, sekarang bisa mengalahkan SMA Taruna Nusantara yang memang punya track record melahirkan lulusan-lulusan terbaik di negeri ini. Tetapi, saya tegaskan kepada mereka, bahwa intelektualitas dan penguasaan sains yang mumpuni saja, tidak ada artinya tanpa karakter yang baik," papar Luhut.

Berita Terkait : Rakyat Sudah Kelaparan, Eh Disuruh Kurangi Makan

Karena itu, Luhut juga berpesan pada mereka, bahwa doa yang terbaik adalah perbuatan yang baik. Karena dengan melakukan kebaikan, maka secara tidak langsung, kita bisa jadi teladan dan membawa manfaat bagi banyak orang.

"Saya juga sampaikan pada para anak-anak muda hebat ini, agar tidak mudah berkecil hati, ketika apa yang kamu harapkan tidak menjadi kenyataan. Karena karir yang cemerlang bukanlah segalanya. Yang paling penting adalah kerja keras dan integritasmu, sebagai manusia yang bermanfaat bagi lingkungan di mana pun engkau berada. Terlebih lagi, bangsa dan negara yang engkau cintai," pungkas Luhut. [HES]