Dark/Light Mode

Penularan Covid Terkendali, PPKM Kendor

Jakarta Perlahan-lahan Menuju Masa Endemi

Minggu, 27 Maret 2022 07:30 WIB
Sejumlah warga berjalan di jalur pedestrian kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (28/2/2022). Pemerintah tengah menyusun strategi untuk mengubah status pandemi COVID-19 menjadi endemi dengan mempertimbangkan dan memperhatikan berbagai pendekatan dari sisi sains, kesehatan, sosial, budaya, dan ekonomi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom).
Sejumlah warga berjalan di jalur pedestrian kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (28/2/2022). Pemerintah tengah menyusun strategi untuk mengubah status pandemi COVID-19 menjadi endemi dengan mempertimbangkan dan memperhatikan berbagai pendekatan dari sisi sains, kesehatan, sosial, budaya, dan ekonomi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menilai penularan Covid-19 semakin terkendali. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) semakin kendor. Ibu Kota perlahan memasuki fase endemi.

“SEKARANG sudah memasuki tahapan demi tahapan menuju masa endemi,” kata Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Menurut Riza, Pemerintah sudah memberikan ruang lebih luas terkait sejumlah aktivitas masyarakat. Contohnya, kapasitas angkutan umum sudah 100 persen dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) rencananya juga akan 100 persen.

Baca juga : Kenalkan Brand Life Adventure, Ini Kata Para Pelanggan Mitsubishi

Pemerintah juga membolehkan shalat tarawih dan shalat Idul Fitri berjemaah. Bahkan mudik Idul Fitri 2022 juga diperbolehkan, dengan syarat sudah vaksinasi booster.

“Yang belum diperkenankan, buka puasa bersama khususnya ASN (Aparatur Sipil Negara) dan lain-lain. Pak Presiden langsung menyampaikan,” jelas Politisi Gerindra ini.

Riza meminta, warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sekalipun sudah dimulai pelonggaran. Sebab, Covid-19 ini masih sangat dinamis.

Baca juga : Sekjen PMI: Ini 3 Syarat untuk Menjadi Relawan Kemanusiaan PMI

“Kita lihat beberapa negara sekarang di China meningkat, di Hong Kong meningkat, tapi di Singapura sudah dibebaskan. Tidak ada karantina. Bahkan sudah tidak pakai masker. Ini kan satu contoh,” ujarnya.

Menurut Riza, status PPKM di Jakarta sebenarnya sudah bisa diturunkan ke Level 1. Namun, karena daerah penyangga dinilai belum siap, maka status PPKM di Jakarta masih tetap ada di Level 2.

“Satgas pusat itu melihat tidak hanya Jakarta. Tetapi kota daerah sekitar Jakarta. Itu juga dihitung. Karena tidak bisa dipisahkan antara Jakarta dengan Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi,” ucapnya.

Baca juga : Teriakan Anies-AHY Bergemuruh di Acara Pelantikan Pengurus DPD Demokrat DKI

Sebagai informasi, PPKM Level 2 di Jakarta diperpanjang melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2022. Tidak hanya Jakarta, daerah aglomerasi Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) juga berada pada Level 2. Perpanjangan PPKM tersebut berlaku selama dua pekan, mulai 22 Maret sampai dengan 4 April mendatang.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyarankan, Pemerintah berhati-hati melakukan pelonggaran aturan. Sebab, Indonesia masih dalam kondisi rawan Covid-19.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.