Dark/Light Mode

Enggak Ada PAM, Duit Warga Terkuras Buat Beli Air

Banyak Anak Di Jakut Menderita Gizi Buruk...

Sabtu, 23 Juli 2022 07:30 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: ANTARA).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: ANTARA).

RM.id  Rakyat Merdeka - Warga Muara Baru, Jakarta Utara (Jakut) menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menyediakan akses air bersih yang murah. Sebab, hingga kini sedikitnya warga harus merogoh kocek Rp 450 ribu per bulan untuk berlangganan air bersih.

Belasan warga Muara Baru, Jakut menggelar aksi menuntut Pemprov DKI menyediakan air bersih murah, di Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (17/7). Mereka melakukan aksi ini pukul 09.00 WIB.

Titin (51) peserta aksi, warga Pademangan, Jakut mengungkapkan, mereka harus merogoh kocek Rp 450 ribu per bulan untuk membeli air bersih dari pihak swasta. Hal ini terpaksa dilakukan warga karena perusahaan penyedia air Pemprov DKI, PAM Jaya, belum menyediakan akses untuk seluruh warga.

Baca juga : Puluhan Balita Di Sawah Besar Jakpus Alami Gizi Buruk

“Kami ingin langganan dengan PAM Jaya, mengikuti persyaratan dan prosedur sesuai aturan gubernur, tapi kami dipersulit. Kami harus menyediakan uang Rp 217 juta untuk pemasangan pipa besar,” curhat Titin.

Ia menilai, biaya pemasangan pipa air itu memberatkan warga. Karena itu, warga masih membeli air bersih melalui master meter yang dikelola swasta dengan biaya Rp15.000 per meter kubik. Biaya ini lebih mahal dibandingkan dengan tarif PAM jaya.

“Tarif PAM Rp 3.500 per kubik. Kami masih pakai itu (master meter) karena butuh air,” jelasnya.

Baca juga : Penyandang Disabilitas Mental Butuh Obat Gratis

Titin menjelaskan, sulitnya mengakses air bersih sudah dirasakan warga sejak 2007. “Kami merasa mulai 2007, kualitas air di rumah begitu buruk,” ungkapnya.

Dia bilang, mahalnya biaya mengakses air bersih membuat kualitas hidup warga menurun. Karena, pendapatan warga habis untuk membeli air.

“Makanya wajar kalau di daerah Jakut banyak ditemukan gizi buruk dan perempuan yang terkena penyakit dalam,” katanya.

Baca juga : Rakor TKPK, Wagub Riza Bahas Data Kemiskinan Di Jakarta

Ia berharap Pemprov DKI Jakarta segera membuka akses PAM Jaya dengan tarif wajar. Jangan biarkan orang miskin bersusah payah hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.