Dark/Light Mode

Hendropriyono Minta Dalang Kerusuhan Ditangkap Dan Diisolasi

Minggu, 6 Oktober 2019 02:06 WIB
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono. (Foto: net)
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono. (Foto: net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyarankan pemerintah lebih tegas dalam menindak aktor kerusuhan. Dalang demontrasi anarkis yang terjadi di Jakarta dan beberapa daerah lain beberapa waktu lalu bahkan harus segera ditangkap dan diisolasi agar tak lagi berulah dan membuat aksi anarkis susulan.

"Aktor kerusuhan kemarin harus segera ditangkap. Jangan sampai mereka merasa kebal hukum. Kalau perlu setelah ditangkap mereka diisolasi, dan disuruh bayar ganti rugi seluruh fasilitas umum yang dirusak. Termasuk motor tukang gojek yang dibakar," kata Hendro saat ditemui usai perayaan HUT TNI ke-74 di Taxi Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Berita Terkait : Hotspot Redup, 62 Lahan Perusahaan Terbakar Disegel

Ia meyakini, apabila para aktor ditangkap dan diberi sanksi tegas, situasi keamanan nasional ke depan akan lebih kondusif. Sebab, para aktor tidak akan ada lagi yang berani membuat skenario kerusuhan. Apalagi sampai berniat menggagalkan pelantikan Jokowi-Maruf.

"Para aktor itu memang sudah seharusnya ditangkap. Kalau tidak situasi keamanan kita akan terus begini," ujarnya.

Berita Terkait : Kasus Narkoba, Anak Sri Bintang Pamungkas Ditangkap Polisi

Pada kesempatan itu, Hendro meminta kepada seluruh rekan sesama purnawirawan dan sesepuh TNI untuk terus mendukung Jokowi. Terlebih, presiden mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah memberi banyak perhatian terhadap nasib para pensiunan TNI.

"Kalau sudah dihargai seperti ini harusnya sebagai purnawirawan kita tahu diri. Mari kita dukung pemerintah yang telah sah dipilih rakyat, dan kita jaga sampai dilantik. Jangan malah kita yang mengaku 'The Old Soldier Never Die' justru terbawa arus dan ikut-ikutan demo anarkis. Menurut saya ini memalukan," tegasnya.

Berita Terkait : Munas Golkar Diyakini Berlangsung Tenang Tanpa Riak

Dia lantas menghimbau kepada purnawiran yang ikut terbawa arus demonstrasi anarkis untuk kembali ke jalan yang benar, dan tetap memegang teguh sumpah prajurit. Sumpah itu kata Hendro berbunyi, "Demi Allah, saya bersumpah setia kepada pemerintah dan tunduk kepada undang-undang dan ideologi negara, idak ideologi yang lain, tidak undang-undang dasar yang lain, tidak pemerintah yang lain." [DNU]