Dark/Light Mode

Nggak Diawasi Sejak 2 Hari Boleh Angkut Orang

Ojol Nunggu Bergerombol, Penumpang Tak Bawa Helm

Rabu, 10 Juni 2020 08:26 WIB
Nggak Diawasi Sejak 2 Hari Boleh Angkut Orang Ojol Nunggu Bergerombol, Penumpang Tak Bawa Helm

RM.id  Rakyat Merdeka - Beragam pelanggaran terjadi setelah ojek online (ojol) diperbolehkan beroperasi mengangkut penumpang di Jakarta mulai Senin (8/6) lalu.

Salah satu di antaranya, para ojol masih menunggu bergerombol di trotoar-trotoar. Begitu juga masih banyak penumpang tidak membawa helm. Ini akibat kurang pengawasan di lapangan.

Sebelumnya, saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dimulai 10 April lalu, ojol hanya diperbolehkan mengangkut barang dan makanan. Ini dilakukan untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

Berita Terkait : Maskapai Boleh Angkut Kapasitas Penumpang 70 Persen, Asal...

Makanya, di layar aplikasi, tak ada menu Go Ride. Artinya, tak diizinkan bawa penumpang atau orang. Setelah boleh bawa penumpang, sejumlah protokol kesehatan harus dilakukan seperti tertuang dalam aturan PSBB transisi. Seperti memakai masker, menyediakan hand sanitizer, rajin membersihkan motor, jaket, penumpang bawa helm sendiri, bayar cashless, dilarang ngumpul dan mangkal, hingga larangan beroperasi di zona merah di 66 RW di Jakarta.

Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka, sejak pandemi, pengemudi ojek aplikasi sudah memakai masker, sarung tangan, dan membawa hand sanitizer. Tapi, masih kerap ditemukan ojol yang kumpul-kumpul di trotoar menunggu orderan.

Tak susah menemukan para ojol yang nangkring berkumpul di atas trotoar. Tengok saja di jalan-jalan protokol, di seputar perkantoran, stasiun KRL, pusat keramaian dan jajanan, tak sedikit yang sepeda motornya terparkir di bahu jalan.

Berita Terkait : Duh, Penumpang Ojol Banyak Yang Tak Bawa Helm Sendiri

Begitu juga penumpang tidak membawa helm sendiri. Mereka masih mengandalkan helm yang disediakan driver ojol. “Nggak biasa naik ojol bawa helm sendiri. Yang penting mah dibersihin deh sama drivernya sebelum naik,” kata Henny, penumpang ojol ditemui di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Karena tak punya helm, Henny pun menyiasatinya dengan menyiapkan penutup kepala sendiri. Selain itu, untuk mencegah penularan virus, dia membayar dengan non tunai.

Hartono, driver ojol yang ditemui tengah menunggu orderan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengaku tetap bawa helm untuk penumpang. Sebab, jaga-jaga karena tak semua penumpang menyiapkan helm sendiri.

Berita Terkait : Nggak Ada Jarak, Netizen Ngeri Lihat Antrean Penumpang Di Terminal 2 Bandara Soetta

Dia mengaku rajin menyemprotkan cairan disinfektan ke helm yang baru saja dipakai pelanggan. “Joknya juga disemprot deh. Selain untuk keselamatan penumpang berikutnya, juga buat keselamatan dan keamanan sendiri. Yang penting sering cuci tangan juga dan tetap pakai masker,” ujar Hartono.

Dia pun telah menyiapkan tisu dan hand sanitizer untuk dirinya dan penumpang. Hartono juga setuju saja jika ada wacana pemberian sekat plastik antara driver dan penumpang. “Kita ikut saja aturannya. Udah boleh narik penumpang saja udah senang. Udah mulai rame lagi. Gak kaya kemarin cuman barang dan makanan saja,” tandasnya.
 Selanjutnya