Dark/Light Mode

Stasiun KRL Bogor dan Tambun Sudah Penuh Dari Subuh

Kurangi Antrean, Penumpang Minta Bus Gratis Ditambah

Selasa, 23 Juni 2020 07:29 WIB
Kepadatan penumpang KRL di Stasiun Bogora pada jam berangkat kerja, Senin (22/6). (Foto: Instagram Bima Arya)
Kepadatan penumpang KRL di Stasiun Bogora pada jam berangkat kerja, Senin (22/6). (Foto: Instagram Bima Arya)

 Sebelumnya 
Vice President Corporate Communication PT KCI Anne Purba mengatakan, tren peningkatan terjadi di awal pekan. 

Pada Senin, 8 Juni 2020, contohnya, pihaknya mencatat sebanyak 300.029 penumpang. 

Sementara pada Senin 15 Juni 2020, terjadi peningkatan 14 persen volume penumpang menjadi 342.436 orang. 

“Volume penumpang tersebut merupakan volume tertinggi semenjak diterapkannya PSBB maupun PSBB Transisi,” kata Anne dalam keterangan tertulisnya akhir pekan lalu. 

PT KCI sudah memprediksi awal pekan ini akan terjadi peningkatan volume penumpang seiring dengan banyaknya warga yang kembali beraktivitas. Sabaran penumpang KRL masih terfokus pada pukul 06.00-08.00 WIB di pagi dan 16.00-18.00 WIB di sore. 

Baca juga : Tujuh Stasiun MRT Tak Beroperasi, Petugas Kangen Lalu Lalang Penumpang

Selain waktu tersebut kondisi KRL masih cukup lengang, sehingga pengguna KRL bisa dengan leluasa masuk ke dalam KRL tanpa harus mengantre. 

PT KCI juga telah menyiapkan jadwal kereta bukan dari stasiun awal, namun dari stasiun lain dengan jumlah pengguna tertinggi. Misalnya, Stasiun Cilebut, Bojoggede, Citayam, Tambun dan Sudimara. 

PT KCI berharap lembaga, instansi pemerintah, dan dunia usaha menerapkan sistem jam kerja bertahap bagi karyawannya. 

Mengingat dalam dua pekan terakhir, ada peningkatan volume penumpang, terutama di awal pekan. 

Misalnya jam kerja tahap satu dimulai pukul 07.00 WIB atau 07.30 WIB dan tahap dua yang dimulai 10.00 WIB atau 10.30 WIB. Ini sudah sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengaturan Jam Kerja Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Wilayah Jabodetabek. 

Baca juga : Puluhan Penumpang KRL Kecewa Berat...

“Dengan pengaturan jam kerja bertahap, PT KCI berharap antrean di stasiun dapat lebih lancar dan mengurangi waktu tunggu para pengguna KRL,” ujar Anne. 

Bikin Macet 

Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) telah berkoordinasi dengan PT KCI terkait persoalan penumpukan penumpang. 

Termasuk telah membahas mengenai penambahan kereta. Ketua Komisi Litbang Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Leksmono Suryo Putranto menerangkan, solusi menambah keretabukan hal mudah. 

KRL akan tersendat saat melewati perlintasan silang. Tingginya traffic dapat menyebabkan lalu lintas macet di perlintasan. 

Baca juga : Stasiun ASEAN Ditutup, Penumpang MRT Masih Ada Yang Tak Tahu

“Tidak semua perlintasam sudah memiliki jalan layang di atas atau di bawahnya,” kata Leksmono. 

Dia pun mengusulkan sistem shifting bagi dunia kerja dan perubahan jam operasi tempattempat keramaian. Misalnya Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat buka 11.00 WIB sampai 21.00 malam. 

“Agar tidak berbarengan dengan orang berangkat dan pulang kantor,” ungkapnya. [FAQ]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.