Dewan Pers

Dark/Light Mode

Demo Hari Ini, Polda Metro Jaya Ciduk 500 Anarkis

Selasa, 13 Oktober 2020 18:38 WIB
Foto: Antara
Foto: Antara

RM.id  Rakyat Merdeka - Polda Metro Jaya telah mengamankan 500 anarkis yang berasal dari berbagai wilayah kota di Provinsi DKI Jakarta, hingga Selasa (13/10) sore pukul 16.45 WIB.

Hal ini dikatakan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Nana Sudjana, Selasa (13/10).

"Ada sekitar 500 orang ditangkap. Termasuk, anarko yang ada di wilayah. Harusnya, mereka belajar. Bukan malah ikut aksi," ujar Nana di dekat Halte Bundaran Bank Indonesia, seperti dikutip Antara, Selasa (13/10).

Berita Terkait : Buntut Demo Ricuh, Polda Metro Jaya Tetapkan 87 Tersangka, 7 Ditahan

Aksi di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha atau Bundaran Bank Indonesia berakhir ricuh, akibat adanya massa aksi yang anarkis dan didominasi oleh remaja.

Massa dari rombongan Anak NKRI dan Front Pembela Islam (FPI) yang berjumlah 4.000 orang, membubarkan diri dengan tertib pada pukul 16.00 WIB. Namun, ada massa aksi anarkis yang melempari batu ke arah petugas keamanan.

"Anak-anak anarko inilah yang bermain. Jumlahnya ada sekitar 600-an. Mereka berupaya provokasi. Awalnya, kami bertahan agar tidak terpancing. Namun, mereka melemparkan benda-benda keras. Dalam kondisi itu, kami melakukan pendorongan dan penangkapan,"ujar Nana.

Berita Terkait : Demo UU Ciptaker, Polda Metro Jaya Tangkap 1.192 Orang

Anak-anak remaja yang disebut kelompok anarko itu saat ini dibawa ke Monas, dan diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut di bawah penanganan Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, tembakan gas air mata mulai diarahkan ke massa yang bertindak anarkis pada pukul 16.05 WIB, setelah massa FPI membubarkan diri usai menjalankan aksi damai menolak UU Cipta Kerja.

"Mundur- mundur kalian semua!," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto lewat pengeras suara dari mobil pengurai massa (Raisa) di Jalan Medan Merdeka Barat.

Berita Terkait : Hari Ini, MRT Jakarta Beroperasi Normal

Awalnya, Heru mengingatkan remaja-remaja di kawasan Bundaran Bank Indonesia atau kawasan dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha, untuk pulang ke rumah masing-masing karena aksi penolakan UU Cipta Kerja sudah selesai.

" Aksi ini aksi damai teman-teman tadi melaksanakannya dengan baik dan yang lainnya juga begitu. Kita berjanji tadi tidak anarkis dan tidak rusuh. Warga dan adik-adik, aksi sudah selesai. Silakan kembali ke rumah masing-masing tanpa ada anarkisme," ujar Heru.

Namun sayangnya, bukannya mengikuti arahan kepolisian, massa remaja semakin anarkis dan melempari batu ke arah polisi. [FAQ]