Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
25 Ruas Jalan dan 30 RT Terendam
Banjir Jadi Kado 3 Tahun Anies Pimpin DKI Jakarta
Minggu, 18 Oktober 2020 05:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setidaknya banjir telah terjadi tiga kali di sejumlah titik, sejak hujan mulai sering mengguyur ibu kota sebulan belakangan ini. Yang teranyar, masalah itu terjadi pada Jumat (16/10), bertepatan dengan genap tiga tahun Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta.
Banjir itu seakan-akan menjadi kado pahit buatMantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. Banjir terjadi di puluhan titik ruas jalan dan pemukiman warga.
Sejumlah kawasan itu terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 10 hingga 90 sentimeter (cm). Salah satu lokasi banjir di ibu kota terjadi di Jalan Kemang Raya dan Perumahan Pulo Raya IV di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan (Jaksel).
Pantuan warga setempat, banjir di belakang Kantor Wali Kota Jaksel itu,terjadi sekitar maghrib. Banjir bertahan hingga Jumat malam.
Air memang tak sampai masuk ke rumah warga. Namun, jalanan di depannya terendamsehingga kendaraan tak bisa melintas. Wilayah ini langganan banjir karena posisinya berada di cekungan alias rendah.
Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi, serta luapan Kali Krukut dan Kali Nipah yang mengelilingi permukiman warga.
“Sudah langganan banjir ini mah. Banjir terparah Januari 2020. Air sampai masuk ke rumah warga,” kata Hendro, warga Perumahan Pulo Raya.
Wilayah ini sebenarnya masuk dalam kawasan elite. Di sini, terdapat Sekolah Menengah Atas (SMA) Tarakanita, Kantor Pendidikan dan Kebudayaan, perumahan dan perbankan.
Di kawasan itu terdapat pintu air dilengkapi dua pompa stasioner di Kali Kurut serta Kali Nipah. Selama banjir, seluruh pompa dioperasikan untuk menyedot air yang menggenangi jalan permukiman warga.
Baca juga : Waspada Banjir di Tengah Pandemi, Pemprov DKI Siapkan Lokasi Penampungan
Karena jalan tak bisa dilewati, empat petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kantor Wali Kota Jaksel dengan satu unit mobil patroli membantu warga melintasi jalan untuk pulang ke rumah mereka.
“Mobil itu kami operasikan sampai air surut dan bisa warga melintas,” kata Endang AW, Koordinator Satpol PP Kantor Wali Kota Jaksel.
Jaksel Terbanyak
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga Jumat malam, ada 30 Rukun Tetangga (RT) yang tergenang banjir.
“Di Jaksel terdapat 4 RT di Kelurahan Bangka dengan ketinggian 10 hingga 70 sentimeter (cm) dan Kelurahan Petogogan 2 RT dengan ketinggian 10 sampai 70 cm,’’ ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Insaf.
Di Jakarta Barat terdapat 21 RT yang terdiri dari 4 RT di Kelurahan Srengseng, 3 RT di Kelurahan Sukabumi Utara, 3 RT di Kelurahan Kebon Jeruk dan 4 RT di Kelurahan Kedoya Selatan.
Selanjutnya, 1 RT di Kelurahan Duri Kepa, 2 RT di Kelurahan Palmerah, 1 RT di Kelurahan Jelambar dan 2 RT di Kelurahan Tanjung Duren Utara. Sedangkan di Jakarta Timur terdapat 2 RT terdiri dari Kelurahan Pulo Gadung dan Cempaka Putih Barat.
Untuk di Jakarta Utara terdapat 2 RT di Kelurahan Kebon Bawang dan di Jakarta Pusat terdapat 1 RT di Johar Baru. Sementara ada 25 titik jalan yang tergenang. Jaksel menjadi lokasi paling banyak dengan 9 titik.
Belum Serius
Baca juga : Banjir Doa Untuk Dino dan Sekda DKI Jakarta
Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menilai, selama tiga tahun menjabat,Anies Baswedan belum serius menangani banjir.
Bendahara Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter mengatakan, banjir jadi Pekerjaan Rumah (PR) yang belum dituntaskan.
Bahkan, banjir besar tahun lalu, Anies digugat masyarakat ibu kota karena dampak dari banjir yang meluas.
“Penanganan banjir di DKI Jakarta belum menampakkan hasil yang signifikan. Masih jalan di tempat,” kata Jupiter dalam keterangannya, kemarin.
Normalisasi atau naturalisasi kali, lanjutnya, masih saling lempar tanggung jawab antara Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI, sehingga proyeknya mangkrak.
Sementara Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa-Partai Persatuan Pembangunan (PKB-PPP), Hasbiallah Ilyas,meminta Gubernur Anies fokus menangani banjir di sisa kepemimpinannya.
Dia mengingatkan, curah hujan akan semakin tinggi di Jakarta pada akhir Oktober ini seperti diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Tahun lalu belum ada pandemi, Jakarta luluhlantak karena banjir. Kalau tahun ini, banjir besar di tengah pandemi, bencana dobel,” kata Hasbiallah.
Titik Genangan Berkurang
Baca juga : Populi Center: Pernyataan Puan Terlanjur Jadi Komoditas Politik Praktis
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya sangat serius menanggulangi banjir di ibu kota. Misalnya, sistem peringatan dini banjir sudah berjalan meski masih terus dievaluasi.
“Ada sistemearly warning juga. Kita siapkan buku panduan sampai simulasi.Ini salah satu bentuk pengendalian banjir,’’ kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat.
Menurut Riza, sistem ini sudah diprogramkan, sudah dimulai, tapi karena anggarannya terbatas, sehingga belum maksimal.
“Perintah Gubernur, dengan segala keterbatasan tetap dibuat sistem pengendalian banjir,” ungkap Riza.
Pemprov DKI Jakarta, lanjutnya, terus melakukan pendataan terkait genangan yang ada di Jakarta. Program antisipasi dilakukan, mulai pengerukan, gerebek lumpur, bikin sodetan, opti - malisasi pompa air, terus berjalan.
“Waduk-waduk, situ, terus kita keruk. Lihat traktor, ekskavator, truk kita bekerja setiap hari memastikan agar volume tabungan air terus bertambah. Lumpur, tanah, dikeruk. Kita diperbaiki sungai, waduk, situ, danau, semuanya,” paparnya.
Selain itu, Riza mengklaim, titik genangan dan pengungsi terus berkurang setiap tahun. Memang debit semakin tinggi, tapi progresnya sangat kelihatan.
“Lihat jumlah genangan berkurang, jumlah yang mengungsi juga berkurang. Insya Allah tahun depan, banjir akan bisa kita kendalikan lebih baik,” yakinnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya