Dark/Light Mode

Utamakan Keselamatan Guru Dan Murid

Pemda DKI Belum Kasih Izin Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 19 Desember 2020 07:10 WIB
Ilustrasi sekolah tatap muka di tengah pandemi corona. (Foto: NG Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka)
Ilustrasi sekolah tatap muka di tengah pandemi corona. (Foto: NG Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum berencana membuka sekolah pada Januari 2021 untuk belajar tatap muka. Sebab, kasus positif Covid-19 belum melandai, apalagi menurun. Keselamatan guru dan peserta didik menjadi perhatian utama.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemprov DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi lampu hijau, keputusan sepenuhnya dilimpahkan kepada Pemerintan Daerah (Pemda).

Saat ini, Disdik tengah melakukan peninjauan dan penilaian terhadap sekolah yang menyatakan siap dibuka. Penilaian itu, meliputi persiapan infrastruktur sekolah seperti fasilitas cuci tangan, ruang kelas, waktu kedatangan dan kepulangan siswa dan lain-lain. Proses ini melibatkan dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan Satpol Polisi Pamong Praja.

“Membuka sekolah bukan prioritas utama. Terlebih, kasus positif Covid-19 di Jakarta belum melandai. Keselamatan guru dan peserta didik harus diutamakan. Ada juga kekhawatiran, jika satu sekolah dibuka, maka sekolah lain akan minta perlakuan yang sama,” kata Nahdiana di Jakarta, kemarin.

Dia menegaskan, pembelajaran tatap muka di Jakarta paling cepat dilakukan April 2021. Namun, jika kasus positif Covid-19 di Jakarta belum menurun, bakal mundur ke Juli 2021 menyesuaikan dengan tahun ajaran baru.

“Ada 1,5 juta peserta didik dan 82 ribu guru di DKI Jakarta. Jadi, kami harus hati-hati bila membukanya,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov tidak mau sembarangan membuka sekolah, lantaran di sejumlah negara membuka sekolah malah membuat kasus Covid-19 meningkat.

Pemprov justru menyempurnakan fasilitas sekolah online. Seperti, menyediakan WiFi gratis yang menjangkau seluruh wilayah Jakarta.

Berita Terkait : Anak-anak Menjadi Pemalas, Kreativitas Tak Berkembang

“Pemprov Jakarta sampai hari ini belum memutuskan. Kita kaji dulu lebih mendalam,” kata Riza.

Kebijakan melanjutkan pembelajaran online pada Januari 2021, juga diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat. Sebab, angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di kota ini masih tinggi.

“Kami sudah mengkaji bersama Dinas Pendidikan dan stakeholder serta organisasi pendidikan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana, kemarin.

Dadang bilang, ada kekhawatiran siswa menjadi perantara penularan Covid-19 di lingkungan keluarga.

“Kami menghindari penularan di sekolah. Mungkin anak bisa saja kuat, tapi juga jadi carrier (pembawa) dan menyebarkan,” ingatnya.

Pemerintah Provinsi Banten pun begitu. Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan, belum akan membuka sekolah tatap muka.

Sebab, angka penularan terus meningkat. Jika Desember ini jumlah kasus meningkat, sekolah tetap dilakukan jarak jauh.

Sekolah di Jawa Tengah ditutup lagi karena tatap muka. Kita nggak mau celakakan anak-anak. Jangan sampai menimbulkan risiko,” tegasnya.

Berita Terkait : Jangan Takut Buka Sekolah

Bekasi Simulasi

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, Inayatulah mengatakan, pihaknya merencanakan simulasi sekolah tatap muka. Sejauh ini, ada 15 sekolah yang mengajukan izin. 

Disdik tengah menyeleksi kesiapan penerapan protokol kesehatan sekolah tersebut. Di samping itu, mengikuti aturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, pihaknya memastikan sekolah mendapatkan izin dan persetujuan orang tua murid.

Pertimbangan lain, sekolah juga harus memiliki fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dari lokasi untuk mitigasi risiko. Seperti Puskesmas, klinik maupun rumah sakit.

Inayatulah mengaku menyiapkan dua skenario pembukaan sekolah di Bekasi. Pertama, pembelajaran tatap muka dimulai 18 Januari 2021.

Tanggal itu berlaku bagi empat sekolah percontohan atau role model. Yakni, Sekolah Victory Plus Kemang Pratama, SD Islam Alzhar Jaka Permai, SMP Negeri 2 Kota Bekasi dan SD Negeri 6 Pekayon Jaya.

Pembukaan sekolah di luar role model, direncanakan menyusul pada 25 Januari 2021. Kendati begitu, baik sekolah role model maupun bukan role model, sama-sama melakukan persiapan mulai 11 hingga 15 Januari 2021.

Pemerintah Kabupaten Bekasi juga akan mulai sekolah tatap muka 2021. Hanya saja, ada aturan mewajibkan orang tua siswa mengantar jemput anaknya ke sekolah. Ini dilakukan untuk mengurangi aktivitas anak di luar sekolah.

Berita Terkait : Anies Masih Urus Jakarta

Selain itu, sekolah dilarang menggelar kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan tatap muka nantinya akan terfokus pada pembelajaran di dalam kelas saja.

“Kami juga ingin memastikan transportasi anak-anak ke sekolah.Kami wajibkan orang tua yang mengantar,” kata Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Carwinda mengingatkan, sekolah memenuhi sejumlah aspek sebelum memulai tatap muka. Salah satunya, izin dari orang tua melalui komite sekolah.

Sekolah juga harus memenuhi serangkaian sarana dan prasarana sebelum mengajukan izin. Hingga kini, sudah ada beberapa sekolah yang mengajukan izin namun masih diproses.

Belum New Normal 

Dokter spesialis anak, Syarief Rohimi, mengingatkan, kondisi pandemi di Indonesia saat ini belum new normal jika memakai indikator World Health Organization (WHO). Karenanya, rencana pembelajaran tatap muka harus benar-benar matang.

Apalagi, 1 dari 9 kasus positif Covid-19 anak berumur 0-1 tahun. Tingkat kematian anak per akhir November lalu mencapai 3,2 persen.
Ini tertinggi di Asia Pasifik.

“Harus dipikirkan dan dipersiapkan dengan matang. Anak-anak belum patuh menerapkan protokol 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan Menjaga jarak). Belum bisa cuci tangan dengan sabun secara rutin dan benar,” ingatnya. [FAQ]