Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bulan Depan Puncak Musim Hujan

Warga DKI Kudu Tetap Waspadai Potensi Banjir

Jumat, 29 Januari 2021 07:12 WIB
Sejumlah anak bermain air saat banjir menggenangi kawasan Jakarta Selatan. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/aww)
Sejumlah anak bermain air saat banjir menggenangi kawasan Jakarta Selatan. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/aww)

RM.id  Rakyat Merdeka - Warga ibukota harus tetap mewaspadai potensi banjir. Sebab, bulan depan diprediksi bakal menjadi puncak musim hujan.

Pengamat Tata Kota Universitas, Trisakti Nirwono menilai, sejumlah wilayah di Jakarta tidak mengalami kebanjiran pada awal tahun ini, belum bisa diklaim sebagai buah hasil kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sebab, curah hujan belakangan ini, memang kecil. Berbeda dengan awal tahun lalu yang mencapai 370 mm per hari. Dan, merata di seluruh wilayah Jakarta.

“Jangan mengklaim berhasil mengendalikan banjir. Perbandingannya nggak imbang,” kata Nirwono kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Genangan Air Di mana-mana, Jakarta Kudu Waspada Banjir

Dia memperkirakan, puncak musim hujan bakal terjadi akhir Januari sampai Februari, berbarengan dengan perayaan Imlek. Hujan turun akan turun merata di seluruh wilayah Jakarta dengan curah hujan 150 mm per hari. Menurutnya, potensi banjir tetap tinggi. Sebab, selain curah hujan tinggi, ada ancaman banjir kiriman dari Puncak Bogor. Selain itu, ada fenomena air pasang bulan purnama yang akan menyebabkan banjir rob.

Soal program pengendalian banjir, Nirwono menilai, masih bersifat insidental. Pemprov DKI hanya membenahi penyebab banjir tahun lalu.

“Sejauh ini Pemprov hanya menambah pompa, membersihan saluran air, serta menyiapkan tempat pengungsian warga dengan protokol kesehatan ketat,” ujarnya.

Berita Terkait : Waspada! Potensi Bencana Akibat Faktor Cuaca

Menurutnya, program pengendalian banjir jangka panjang belum dieksekusi. Seperti pembenahan seluruh sungai dengan membebaskan dan merelokasi permukiman warga, revitalisasi situ danau embung, menambah waduk baru, dan rehabilitasi saluran air kota.

Selain itu, Pemprov DKI belum melaksanakan regenerasi atau menata ulang kawasan pesisir utara Jakarta dengan merelokasi permukiman tepi pantai. “Makanya, banjir terus jadi langganan ibukota,” bebernya.

Peneliti klimatologi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung, Erma Yulihastin memperkirakan, hujan sore hari akan terjadi secara konsisten setiap hari di kawasan Bogor dan sekitarnya. Menurutnya, hujan akan mengalami pergerakan menuju ke utara hingga wilayah Jakarta dan sekitarnya pada sore hingga malam hari. Hujan di ibukota akan terjadi dini hari hingga pagi hari, hingga akhir bulan.

Berita Terkait : BMKG Minta Sulawesi Tenggara Waspadai Potensi Gempa

“Pemprov DKI Jakarta dan wilayah penyangga hendaknya mempersiapkan diri terhadap risiko banjir akibat curah hujan dan cuaca ini,” imbaunya.
 Selanjutnya