Dark/Light Mode

Ingin Pandemi Cepat Berakhir, Ojol Kota Bogor Semangat Divaksin

Selasa, 9 Maret 2021 16:02 WIB
Wali Kota Bogor, Bima Arya memantau pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor di Puri Begawan, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Selasa (9/3). (Foto : Istimewa)
Wali Kota Bogor, Bima Arya memantau pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor di Puri Begawan, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Selasa (9/3). (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wali Kota Bogor, Bima Arya terus menggalakkan vaksinasi massal di wilayahnya. Hari ini, sekitar 1.700 peserta vaksin, mulai dari tokoh agama hingga driver ojek online (Ojol) mendapatkan vaksin yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor di Puri Begawan, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, 

Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena mengatakan, khusus Ojol, pendaftaran melalui link di website Kota Bogor. Hingga kini baru sekitar 100 driver yang mendaftar. Padahal diperkirakan jumlah Ojol di Kota Bogor mencapai ribuan.

"Kami dengar dari manajemen ojol-nya mau daftar kolektif tapi belum ada data yang masuk, jadi kami tunggu data dari manajemen ojolnya, yang hari ini datang banyak yang daftar sendiri melalui website," ujarnya.

Berita Terkait : Pakar Ingatkan, Pandemi Covid-19 Belum Selesai Meski Sudah Ada Vaksinasi

Salah satu driver Gojek, Bayu Agustina (40) mengatakan, vaksin pertamanya berjalan lancar, para petugas sangat kooperatif sehingga ia tidak mengalami kesulitan dan jika tidak tahu maka akan diarahkan.

"Setelah di vaksin saya jadi lebih tenang dan tidak khawatir lagi untuk bekerja, karena setiap hari interaksi dengan penumpang," terangnya.

Warga Laladon ini menuturkan, ia daftar vaksinasi melalui link dari website kota Bogor dan mendapatkan jadwalnya melalui SMS. Ia berharap setelah mengikuti vaksinasi kasus positif Covid-19 di Kota Bogor semakin turun, pandemi Covid-19 segera hilang dan ekonomi bisa kembali pulih.

Berita Terkait : Sandiaga Kebut Bangun Desa Wisata

"Saya sangat apresiasi dengan vaksinasi massal ini, untuk teman-teman saya yang masih takut harusnya jangan takut karena vaksin untuk kebaikan bersama, bukan hanya untuk orang-orang tertentu tapi untuk semua masyarakat agar pandemi cepat selesai," ujarnya.

Sementara itu, salah satu driver Grab Teza Adisaka (25) mengatakan, saat pemeriksaan kesehatan, semua tensi dan kesehatan normal. Hanya setelah divaksin dan menunggu 30 menit untuk observasi, ia sedikit merasa pegal dan mengantuk.

Teza sengaja mendaftar vaksin agar tetap sehat karena selama Pandemi Covid-19 ia tetap bekerja mengantar penumpang dan berharap Covid-19 segera hilang. "Semoga semua bisa divaksin dan kembali normal lagi, saya apresiasi pemerintah yang sudah memberikan vaksin untuk ojol," katanya.

Berita Terkait : Kagum Pada Suporternya, Velez Mantap Gabung PSS Sleman

Di tempat yang sama, Ketua KPU Kota Bogor, Syamsudin mengatakan, hari ini 34 pegawai KPU dijadwalkan vaksin. Ia pun sudah menyampaikan kepada staf KPU untuk melakukan vaksin menyukseskan program vaksinasi massal dari pemerintah dan semoga dengan vaksinasi Covid-19 bisa hilang karena semua punya imunitas yang kuat.

"Alhamdulillah saya dan semua di KPU sampai hari ini belum ada yang kena Covid-19 karena kami mengikuti aturan pemerintah WFH dan WFO, menjalankan protokol kesehatan ketat, masker, jaga jarak, tidak berkerumun dan acara rapat digelar online maksimal satu jam," pungkasnya. [DIR]