Dark/Light Mode

Ketum IPOMI: Pemerintah Harus Adil Dan Bertindak Tegas

PO Murka Travel Gelap Dan Bus Zombi Operasi Selama PPKM

Sabtu, 24 Juli 2021 06:20 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menindak travel gelap yang nekat beroperasi mengangkut penumpang. (Foto: Dok. Ditlantas Polda Metro Jaya)
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menindak travel gelap yang nekat beroperasi mengangkut penumpang. (Foto: Dok. Ditlantas Polda Metro Jaya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengusaha Otobus (PO) kecewa melihat bus dan angkutan travel ilegal bebas beroperasi, mengangkut penumpang pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Mereka berharap, aparat penegakan hukum menertibkannya.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan berharap, Pemerintah berlaku adil dan tegas menegakkan aturan perjalanan. Soalnya, masih banyak sejumlah bus zombie (sebutan bus ilegal oleh para pengusaha bus) dan angkutan berplat hitam alias ilegal beroperasi.

“Kami berizin resmi, tertib dan patuh pada aturan. Namun ada bus-bus zombie, tidak jelas izinnya tetap beroperasi, juga travel gelap. Aturan harus adil menyasar semuanya,” pinta Kurnia dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Berita Terkait : Kereta Api Dan Busway, Kandangin!

Di tengah kesulitan ini, lanjut Kurnia, PO Bus sedang berjuang keras agar usaha tetap bisa bertahan. Salah satu caranya, terus menekan pengeluaran dengan mengurangi operasi bus.

“Cara kami bertahan dengan menyetop (sementara) operasi. Tapi itu ada dampaknya di bulan berikutnya. Yakni, saat jatuh tempo kewajiban angsuran dan pembayaran vendor spare part,” keluhnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo memastikan tidak pandang bulu menegakkan aturan. Pihaknya telah mengerahkan ribuan personel untuk memastikan tidak ada travel gelap yang beroperasi pada masa perpanjangan PPKM. Ribuan personel ini terus berjaga di lima wilayah administrasi DKI Jakarta.

Berita Terkait : Anies Keras Ke Luar Keras Juga Ke Dalam

“Kami kerahkan sekitar 2.500 orang untuk menindak travel gelap,” kata Syafrin.

Syafrin menjelaskan, pihaknya mengawasi ketat terminal-terminal di Jakarta. Jika ditemukan travel gelap atau bus yang melanggar, Dishub dan polisi pasti langsung menindak dan menertibkannya. Diakuinya, memang ada beberapa travel gelap mencoba bandel, namun ketahuan di lapangan dan pos penyekatan.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya mengamankan 36 bus yang melanggar aturan PPKM Darurat. Bus ini diamankan dari wilayah Bekasi, Jawa Barat, Tangerang, Banten, dan dari beberapa wilayah Jakarta. Pelanggaran yang mereka lakukan antara lain, mengangkut penumpang tidak di tempat yang sudah ditentukan, penumpang tidak memiliki surat hasil tes Covid-19, dan tidak membawa surat keterangan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga : Saat FC Holywood Intip Kemenangan

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Metro Bekasi, Kompol Argo Wiyono menegaskan, kepolisian terus menindak travel gelap yang nekat melakukan perjalanan dan menerobos titik penyekatan selama PPKM Darurat. Terakhir, polisi menindak belasan angkutan travel gelap yang beroperasi pada Hari Raya Idul Adha 2021.
 Selanjutnya