Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Satpol PP Gencar Razia Prokes
Hadeuh, Ribuan Orang Keciduk Tanpa Masker
Jumat, 15 Oktober 2021 07:00 WIB
Sebelumnya
Perketat Prokes Di Akhir Tahun
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Ahmad Sarbini mendorong pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha memperketat prokes, khususnya pada libur akhir tahun.
“Isu libur akhir tahun, ada strain varian baru. Mudah-mudahan tidak ada, selama pemerintah bersama masyarakat saling bahu membahu,” harap Sarbini, kemarin.
Baca juga : Polresta Malang Kota Luncurkan Dispenser Masker Otomatis
Sarbini mengingatkan masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah, tidak kendor menerapkan prokes di tengah penyesuaian PPKM level 3 di Jakarta.
Menurut dia, berdasarkan hasil survei dampak Covid-19 terhadap pelaku usaha oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 15 September 2021, diketahui sebagian besar pelaku usaha telah menerapkan prokes.
Berdasarkan data BPS tersebut, 18,09 persen pelaku usaha tidak menerapkan jaga jarak. Kemudian, 18,13 persen pelaku usaha tidak menyediakan sarana cuci tangan dengan air dan sabun maupun sanitasi tangan. Serta 14,22 persen pelaku usaha tidak mewajibkan penggunaan masker atau pelindung wajah.
Baca juga : Wapres Pimpin Rakor Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Di Manokwari
Sebanyak 20 persen pelaku usaha tidak memfasilitasi prokes, terutama usaha mikro dan kecil.
Sedangkan, 95 persen usaha menengah hingga besar telah menerapkan prokes dan memfasilitasi karyawannya dengan 3M, yakni menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan.
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan, Jakarta tetap bisa mengalami gelombang ketiga Covid-19 meski capaian vaksinasi dosis dua di Ibu Kota sudah 97 persen.
Baca juga : DPR Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang Sebelum Reses
Dicky memprediksi, ancaman gelombang tiga virus Corona kemungkinan besar bisa terjadi di Desember 2021. Salah satunya dipicu oleh ancaman dari sejumlah varian baru mutasi virus SARS-CoV-2.
Potensi lonjakan kasus Covid-19 tak hanya terkait aktivitas Natal dan Tahun Baru (Nataru). Relaksasi dari pemerintah yang juga mulai membuka akses masuk wisatawan mancanegara, berpotensi besar membawa penularan baru varian Covid-19. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya