Dewan Pers

Dark/Light Mode

Garap Ajudan, KPK Dalami Aliran Duit Ke Bupati Apri Sujadi

Sabtu, 27 Nopember 2021 16:59 WIB
Bupati nonaktif Bintan Apri Sujadi. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Bupati nonaktif Bintan Apri Sujadi. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami aliran uang hasil korupsi pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan tahun 2016-2018, yang diduga diterima Bupati nonaktif Bintan Apri Sujadi dan pihak-pihak lainnya.

Berita Terkait : Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Jadi Mujahid Digital

Hal itu didalami penyidik saat memeriksa ajudan Apri yang juga Kasubag Fasilitasi dan Koordinasi Pimpinan Kabupaten Bintan Rizki Bintani dan pihak swasta bernama Norman, Jumat (26/11), di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. 

Berita Terkait : Teken MoU Dengan Kadin, KPK Mau Bangun Dunia Usaha Tanpa Suap

"Tim penyidik mendalami pengetahuan keduanya terkait dengan dugaan aliran uang yang diterima oleh tersangka AS dan pihak terkait, baik sebelum diberikannya izin kuota rokok dan minuman beralkohol di BP Bintan hingga terbitnya izin dimaksud," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Sabtu (27/11).

Berita Terkait : MCP Rendah, KPK Perkuat Pendampingan Dan Pengawasan Di Papua

Sebelumnya, pada Kamis (25/11), tim penyidik komisi antirasuah memeriksa Apri Sujadi sebagai tersangka. "Yang bersangkutan dikonfirmasi antara lain terkait barang bukti berupa beberapa dokumen perizinan kuota rokok dan minuman beralkohol di BP Bintan yang diduga telah diatur siapa saja yang akan mendapatkan izin kuota dimaksud," ungkapnya.
 Selanjutnya