Dewan Pers

Dark/Light Mode

Simak 5 Perkembangan Terbaru Covid, Omicron Kini Punya 2 Sub Varian

Sabtu, 11 Desember 2021 10:13 WIB
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: Istimewa)
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama menjelaskan lima perkembangan terbaru Covid-19 dalam Seminar Nasional Ikatan Alumni FKUI, yang dibuka Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dengan sambutan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sabtu (11/12).

Pertama, Australia melaporkan menemukan semacam sub-varian baru dari Omicron, yang dilaporkan tidak memiliki SGTF (S gene target failure). Sementara Omicron biasa, diketahui memiliki SGTF.

Sehingga, bila dites PCR, gen S pada varian baru Omicron tidak terdeteksi alias memberikan hasil yang negatif.

Berita Terkait : Mulai 24 Desember, Vaksinasi Covid Untuk Anak Sudah Bisa Jalan

"Ini kemudian jadi semacam pertanda awal atau skrining pertama untuk kemungkinan Omicron, yang dilanjutkan dengan sekuens genomik," kata Prof. Tjandra dalam keterangannya, Sabtu (11/12).

"Dengan tidak adanya SGTF, maka hasil PCR akan sama saja dengan varian lainnya. Sehingga, deteksi ketiadaan gen S tidak dapat digunakan lagi. Demikian halnya jika sub-varian baru ini sudah masuk Indonesia," imbuhnya.

Kedua, hasil penelitian dari University of London College, Prof Francois Balloux menyebutkan adanya dua jenis Omicron, yaitu BA.1 dan BA.2 yang sangat berbeda. Ini tentu perlu dikaji lebih lanjut.

Berita Terkait : KSP Cek Penanganan Kasus Covid-19 Di Salatiga

Ketiga, data Landscape Covid-19 Vaccine WHO tanggal 7 Desember menyebutkan, saat ini sudah ada 136 kandidat vaksin di dunia yang sudah masuk fase uji klinik. Yang sudah masuk uji pra klinik, berjumlah 194 kandidat vaksin.

Keempat, dari 136 kandidat vaksin yang sudah masuk uji klinik, tiga tertinggi urutan cara pembuatan (platform) nya adalah Protein Sub Unit 35 persen, RNA 16 persen, dan Viral Vector non Replicating 15 persen.

Kelima, data 7 Desember itu juga menunjukkan, ada enam penelitian cara pemberian vaksin.

Berita Terkait : Kemenhub Kebut Pembangunan Infrastruktur 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

"Tiga cara dilakukan dengan metode suntik (intra muskular – ke dalam otot, sub kutan – ke bawah kulit, dan intra dermal – ke dalam kulit). Tiga cara lainnya, dilakukan tanpa suntikan, yaitu aerosol, inhalasi dan intra nasal – ke dalam hidung," terang Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI ini.

Dalam kegiatannya, Ikatan Alumni FKUI juga mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Banyumas, dengan menyumbangkan 20 ribu dosis vaksin. [HES]