Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penerbangan Pulih 70 Persen, Tabungan Di Atas 5 M Meroket
Ekonomi Tumbuh Bagi Orang Sugih
Senin, 13 Desember 2021 07:20 WIB
Sebelumnya
Jika ingin menjaga momentum ini, Bhima mengusulkan ke Pemerintah jangan terburu-buru mencabut stimulus, khususnya bantuan subsidi upah dan bantuan usaha produktif. Kenaikan tarif listrik dan gas LPG nonsubsidi juga perlu dicegah. Tujuannya, agar daya beli pulih dan tidak melemahkan konsumsi rumah tangga.
Sedangkan peneliti Indef, Sugiyono Madelan menilai, pulihnya penerbangan dan naiknya jumlah tabungan masyarakat merupakan cerminan atas rendahnya serangan Corona varian Delta. Kini kondisi masyarakat sudah relatif terkendali. Pusat perbelanjaan sudah dibuka. Sehingga bisa disebut ekonomi mulai tumbuh. Meski ada kekhawatiran serangan varian Omicron.
Baca juga : PLN Berhasil Pulihkan 91 Persen Aliran Listrik Di Lokasi Banjir Sintang, Kalbar
"Beberapa bulan terakhir ini, pada triwulan IV saya pergi ke beberapa daerah di Indonesia, saya melihat perekonomian mulai berangsur normal secara bertahap. Bandara mulai banyak penumpang pesawat," terang Sugiyono.
Soal pertumbuhan ekonomi, Presiden Jokowi menargetkan, di kuartal IV-2021 tembus 5,5 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis, angka 5 persen ini bisa diraih. Secara keseluruhan, untuk tahun 2021, Pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi bisa berada di kisaran 3,5-4 persen.
Baca juga : Bertahan Di Era Pandemi, Garuda Banjir Dukungan
Kata Sri Mulyani, angka pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dari kuartal III, yang hanya 3,5 persen. Sebab, pada periode itu, ekonomi Indonesia sempat tertekan akibat serangan Covid-19 varian Delta dan diikuti kebijakan PPKM darurat.
"Pemulihan ekonomi kembali terjadi yang terindikasi dari lonjakan pada PMI manufaktur Indonesia dan indeks keyakinan konsumen. Realisasinya bahkan sudah lebih tinggi dari sebelum pandemi. Ini rekor sejak sebelum krisis," cetus Sri Mulyani.
Baca juga : Mendag: Jaga Daya Beli Agar Ekonomi Bangkit!
Dengan sejumlah indikator yang ada saat ini, pelaku usaha juga yakin ekonomi mulai pulih. Capaian positif ini dipengaruhi oleh program perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi nasional. "Kami memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 adalah antara 4 sampai dengan 5 persen," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya