Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penerbangan Pulih 70 Persen, Tabungan Di Atas 5 M Meroket
Ekonomi Tumbuh Bagi Orang Sugih
Senin, 13 Desember 2021 07:20 WIB
Sebelumnya
Sekretaris LPS, Dimas Yuliharto mengatakan, hal itu menjadi tanda jika kepercayaan masyarakat terhadap bank tetap terjaga. Semua data menunjukkan kenaikan. Baik dihitung secara bulanan maupun tahunan. Artinya, ada pertumbuhan ekonomi.
"Kita melihat itu karena masuknya ke simpanan, bukan yang ke reksadana. Saya rasa, kalau kita melihatnya masyarakat itu sudah mulai ada uang yang bisa ditabung, di bank, ini menunjukkan ada pertumbuhan ekonomi dan juga peningkatan kepercayaan masyarakat," ungkap Dimas.
Baca juga : PLN Berhasil Pulihkan 91 Persen Aliran Listrik Di Lokasi Banjir Sintang, Kalbar
Rinciannya, dana simpanan di bank mencapai Rp 7.301,29 triliun pada 378,57 juta rekening. Yang di atas Rp 5 miliar tercatat Rp 3.718,64 triliun pada 117.198 rekening. Dalam ringkasan eksekutif LPS terlihat, total nominal simpanan bank umum Rp 7.301 triliun atau mengalami kenaikan 1,1 persen secara bulanan.
Simpanan di atas Rp 5 miliar memiliki porsi 50,9 persen dari total simpanan. Seluruh kelompok nominal memang mengalami kenaikan. Namun, kelompok di atas Rp 5 miliar mengalami kenaikan terbesar, yakni 1,5 persen secara bulanan.
Baca juga : Bertahan Di Era Pandemi, Garuda Banjir Dukungan
Dengan pertumbuhan hanya terjadi di kelompok kaya, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira melihat, pemulihan ekonomi belum solid. Sebab, kelompok kecil saat ini masih kesusahan. Ekonomi mereka belum pulih imbas pandemi Covid-19.
Akibat ekonomi orang kecil belum pulih, konsumsi pun belum bisa meningkat signifikan. Makanya, PMI manufaktur pun menurun dari 5,8 menjadi 57,2.
Baca juga : Mendag: Jaga Daya Beli Agar Ekonomi Bangkit!
Bhima juga menyinggung soal biaya-biaya yang masih tinggi. Saat ini, kata dia, pelaku industri mulai mengalami tekanan karena biaya logistik naik, pengiriman terganggu, dan ancaman inflasi membayangi mahalnya biaya produksi. "Kalau bahan baku naiknya terlalu tinggi sementara konsumen belum siap dengan harga mahal, mau tidak mau pengusaha yang tekan margin keuntungan," ulasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya