Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Banyak Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa

Susah-susah Dapat Vaksin, Eh Malah Terbuang Sia-sia

Rabu, 5 Januari 2022 06:25 WIB
Vaksin Covid-19 AstraZeneca (Foto: Antara)
Vaksin Covid-19 AstraZeneca (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Netizen menyayangkan banyak vaksin Covid-19 yang kedaluwarsa dan akan kedaluwarsa. Pemerintah Daerah (Pemda) diminta segera mempercepat vaksinasi.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, banyaknya vaksin yang kedaluwarsa karena keterbatasan pengelolaan rantai dingin (cold chain).

“Seperti Pfizer dan Moderna yang dalam 30 hari sudah harus digunakan,” ujar Nadia kepada wartawan, Senin (3/1).

Baca juga : Eijkman Gabung BRIN, Vaksin Merah Putih Jalan Terus

Nadia mengatakan, proses distribusi vaksin ke daerah yang tidak sesuai estimasi juga jadi penyebab banyaknya vaksin kedaluwarsa.

“Masyarakat yang datang ke tempat vaksinasi sedikit, tidak sesuai estimasi. Jadi, vaksin tidak terpakai,” jelas Nadia.

Nadia mengungkapkan, menurunnya jumlah masyarakat yang datang ke tempat vaksinasi disebabkan masih banyaknya hoax yang beredar.

Baca juga : Tangani Covid-19, MUI Imbau Agar Pengadaan Vaksin Halal Diutamakan

“Banyak masyarakat yang masih termakan hoaks atau pilih-pilih vaksin,” katanya.

Sebelumnya, beberapa daerah melaporkan adanya vaksin yang kedaluwarsa. Seperti di Riau, melaporkan ada 12.514 dosis vaksin yang kedaluwarsa. Lalu Sulawesi Tenggara (Sultra), 1.100 dosis vaksin AstraZeneca kedaluwarsa.

Sementara di Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng), ada ratusan ribu vaksin Covid-19 yang terancam kedaluwarsa pada pertengahan dan akhir Januari 2022. Karena itu, penyuntikan vaksin harus dipercepat.

Baca juga : Bangga Dirdik KPK Dimutasi Jadi Kapolda NTT, Firli: Saya Sudah Ucapkan Terima Kasih Ke Kapolri

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan, 180 ribu dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer terancam kedaluwarsa. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jabar berencana menyerap vaksin tersebut untuk mempercepat realisasi vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun.

Akan tetapi, jika waktu semakin menipis, vaksin yang akan kedaluwarsa tersebut akan dipakai sebagai dosis ketiga atau booster untuk mereka yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mewanti-wanti kepala daerah di wilayahnya segera mempercepat vaksinasi. Pasalnya, ada puluhan ribu dosis vaksin Covid-19 di Jateng kedaluwarsa pada 13 Januari mendatang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.