Dark/Light Mode

Ketua KKI Yakin Kampus Di Indonesia Masuk World Class University

Minggu, 23 Januari 2022 21:06 WIB
Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Director of Member-at-Large IAMRA (International Assosiation of Medical Regulatory Authorities (Konsil Dokter Dunia) Prof. dr. Taruna Ikrar M.Biomed. (Foto: Istimewa)
Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Director of Member-at-Large IAMRA (International Assosiation of Medical Regulatory Authorities (Konsil Dokter Dunia) Prof. dr. Taruna Ikrar M.Biomed. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Taruna menilai, baik MOOS maupun AI akan mengacak-acak metode pendidikan lama. Kegiatan belajar  mengajar akan berubah total. Ruang kelas mengalami evolusi dengan pola pembelajaran digital yang dirancang terbuka, dapat saling berbagi dan lebih kreatif, partisipatif, beragam dan menyeluruh.

Berikutnya disrupsi telekomunikasi yang mengubah banyak hal dari bisnis, kompetisi, adopsi, dan inovasi teknologi serta organisasi perusahaan. Dan terakhir, disrupsi pandemi Covid-19.

"Pandemi membuat dunia makin berada dalam ketidakpastian. Karena itu kini orang mulai makin sadar pentingnya pola hidup sehat, alam dan lingkungan yang segar, kemandirian pangan, dan ekonomi moral, gotong royong dan kolaborasi," jelasnya.

Dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat ini, jelas alumnus Ilmu Kedokteran Universitas Hasanuddin ini, maka mau tidak mau, pendidikan harus bertransformasi.

Baca juga : Bamsoet Ajak Direksi Subaru Indonesia Majukan Olahraga Otomotif Tanah Air

"Pilihannya hanya satu, kita harus berubah, merubah ancaman, disrupsi, tantangan menjadi sebuah peluang besar untuk menjadi pemenang, menjadi leader perubahan tersebut," tegasnya.

Dalam situasi disrupsi ini, Taruna mendorong kampus-kampus untuk menjadi bagian dari arus besar perubahan. Olehnya itu, kampus harus memiliki agenda untuk menjadi World Class University. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan sejumlah agenda transformasi bagi semua universitas.

Pertama, freedom atau inspirator. Di sini, kampus atau universitas harus menjadi sumber kekuatan dan inspirasi bangsa. Kampus harus bisa menggerakkan pikiran dan tindakan orang lain.

"Oleh karena itu, Kampus Merdeka harus harus lembaga independen yang mandiri, sehingga berfungsi sebagai kekuatan moral yang senantiasa memunculkan inspirasi  perubahan ke arah yang lebih baik, maju dan beradab," jelasnya.

Baca juga : Alberts Yakin David da Silva Bisa Cetak Banyak Gol Buat Persib

Kedua, kampus harus menjadi innovator atau lembaga pembaharu. Dijelaskannya, peran universal kampus tidak meninggalkan perannnya sebagai sebuah lembaga yang senantiasa mengusung perubahan atau pembaharuan bangsa dan masyarakat akademik dalam menjalankan proses transformasi ini.

Lembaga pendidikan universitas menjadi tempat berkumpulnya para orang-orang cerdas dan sangat terpelajar, menjadi tumpuan seluruh masyarakat menjadi agen perubahan  dan penyelesaian berbagai masalah di dunia dewasa ini.

Berikutnya, leadership atau kepeloporan dalam agenda aksi. Kemudian anticipating and reacting. Kampus harus dapat mengantisipasi kecepatan sebagai reaksi perubahan tersebut. Disini, kampus dan metode pendidikan harus dapat mengikuti laju sains, teknologi, lingkungan.

Dan terakhir, partnership atau collaboration. Dijelaskan Taruna, dibutuhkan kerjasama dan partnership bagi lembaga pendidikan di dunia dewasa ini. Demikian pula kerjasama dengan lembaga user output university seperti kerjasama dengan perusahaan dan pemerintah serta lembaga swasdaya masyarakat lainnya, demi mencapai tujuan berkemajuan dari suatu universitas. "Demikian pula dengan alumni dan antar berbagai profesi," jelas dia.

Baca juga : Tinjau Vaksinasi Se-Indonesia, Kapolri Saksikan Gubernur Maluku Utara Divaksin

Dia pun berharap, ke seluruh transformasi ini mampu memposisikan kampus secara sentral dalam arus besar perubahan dan disrupsi ini. Kemampuan ini sangat tergantung dari kesamaan visi, pola pikir, dan budaya akademiki suatu kampus. Yang berarti semua universitas atau sebuah lembaga pendidikan di era disrupsi global ini  memiliki peluang yang sama untuk tumbuh dan mengalami akselerasi kemajuan menjadi World Class University.

"Termasuk di dalamnya Universitas Malahayati. Olehnya itu, dari podium ini kami mengajak para alumni, sivitas akademika, staf dan masyarakat semua untuk bersama-sama mendukung Malahayati menjdai yang World Class university," pungkasnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.