Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sukses Lampaui Target Jokowi, Raup Rp 901,02 Triliun

Top, Semangat Bahlil Ngejar Investasi Tak Pernah Kendor

Jumat, 28 Januari 2022 08:10 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Tangkapan layar Youtube BKPM TV).
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Tangkapan layar Youtube BKPM TV).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi keseluruhan tahun 2021 mencapai Rp 901,02 triliun. Realisasi ini melebihi target yang diberikan Presiden Jokowi.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia senang atas capaian ini. Menurutnya, perbaikan kinerja investasi men­jadi tanda pemulihan ekonomi Indonesia telah terjadi.

“Alhamdullilah, saya ber­terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung. Saya pastikan, di masa pandemi Covid-19 se­mangat investasi nggak kendor,” tegas Bahlil saat konferensi pers secara virtual, kemarin.

Berita Terkait : Selama 8 Tahun, KPK Kembalikan Rp 2,71 Triliun Uang Hasil Korupsi Ke Negara

Adapun target Presiden sebe­sar Rp 900 triliun. Sementara, target RPJMN (Rencana Pem­bangunan Jangka Menengah Na­sional) sebesar Rp 864 triliun.

Dengan demikian, realisasi ini mencapai 104 persen dari RPJMN, dan 101 persen dari target Presiden.

Mantan Ketua Umum Himpu­nan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini merinci, realisasi in­vestasi kuartal lV disumbang dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 119,3 triliun.

Berita Terkait : Disuntik Dana PMN Tunai Rp 20 Triliun, IFG Life Bakal Makin Perkasa

Catatan ini lebih tinggi 10,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 103,6 triliun.

Sedangkan, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 122,3 triliun, meningkat 15,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 111,1 triliun.

“Sektor yang paling menarik investor pada kuartal IV-2021, yakni industri logam, perumahan, pertambangan dan transpor­tasi,” ungkap Bahlil.

Berita Terkait : Target Raup 1,8 Triliun, KBS Genjot Integrasi Dengan NLE

Industri logam masih menguasai investasi dengan nilai Rp 117,5 triliun. Kemudian, sek­tor perumahan sebesar Rp 117,4 triliun, industri transportasi Rp 107,4 triliun, industri kelistrikan Rp 81,6 triliun dan industri per­tambangan Rp 81,2 triliun.
 Selanjutnya