Dark/Light Mode

Disuntik Dana PMN Tunai Rp 20 Triliun, IFG Life Bakal Makin Perkasa

Kamis, 25 November 2021 14:50 WIB
Direktur Utama Indonesia Financial Group (IFG) Robertus Bilitea (Foto: Dok. IFG)
Direktur Utama Indonesia Financial Group (IFG) Robertus Bilitea (Foto: Dok. IFG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN Asuransi dan Penjaminan, menerima dana dari pemerintah melalui penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai sebesar Rp 20 triliun. Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 102 tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia.

Penerimaan PMN Tunai ini akan digunakan sebagai penguatan struktur permodalan anak usaha, yaitu PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life).

Terkait hal tersebut, IFG menggelar RUPS pada tanggal 4 November 2021. 

Berita Terkait : Tarif Cukai Naik, Rokok Ilegal Bakal Semakin Merajalela

IFG Life merupakan anak perusahaan IFG  yang dibentuk untuk melengkapi ekosistem layanan IFG di bidang asuransi jiwa dan kesehatan.

Dalam pembentukan IFG Life, pemerintah mengamanatkan penyelesaian persoalan Jiwasraya, untuk kemudian dilakukan pengalihan aset dan liabilitas yang bersifat clean and clear kepada IFG Life.

”IFG menerima PMN sebagai bentuk kepercayaan yang diberikan pemerintah dan stakeholders lainnya, dalam rangka membangun dan memperkuat industri asuransi yang lebih sehat. Khususnya, di bidang asuransi jiwa melalui IFG Life,” ujar Direktur Utama IFG Robertus Billitea dalam keterangannya, Kamis (25/11).

Berita Terkait : Pandemi, Paramount Land Raup Penjualan Rp 500 Miliar Di Banten

Atas suntikan dana tersebut, Robertus menegaskan, IFG akan menjalankannya dengan penuh amanah, transparan, dan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

"Sesuai kajian penyertaan modal, suntikan dana PNM akan diutamakan pada instrumen investasi dengan tingkat risiko rendah, seperti Surat Berharga Negara, Obligasi Korporasi dengan rating baik, serta Deposito pada bank yang sehat," jelas Robertus.

Penerapan tata kelola investasi yang baik dengan memperhatikan prinsip liability-driven investment, dan profil risiko yang terukur akan menjadi salah satu kekuatan IFG Life  karena didukung penuh oleh ekosistem yang ada di IFG. Antara lain, melalui kolaborasi dengan anak usaha IFG di bidang investasi.

Berita Terkait : Hajar Wakil India, Vito Maju ke Babak Kedua

“PMN ini merupakan wujud keseriusan pemerintah melalui IFG. Sekaligus sebagai bagian dari solusi, untuk menghadirkan perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan yang sehat dan berdaya saing tinggi," papar Robertus.

"Manajemen IFG Life akan berusaha sekuat tenaga, untuk menjalankan kepercayaan besar yang diberikan," imbuhnya.
 Selanjutnya