Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ditegaskan Pramono Anung

Membunuh Oposisi Bukan Gaya Jokowi

Minggu, 6 Februari 2022 08:25 WIB
Sekretaris Kabinet, Pramono Anung pada acara Podkabs (Podcast Kabinet dan Sekretariat Kabinet). (Foto: Tangkapan layar YouTube 
Sekretariat Kabinet RI).
Sekretaris Kabinet, Pramono Anung pada acara Podkabs (Podcast Kabinet dan Sekretariat Kabinet). (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Kabinet RI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Kabinet, Pramono Anung membantah semua tudingan yang selama ini disematkan pada Presiden Jokowi sebagai pemimpin anti kritik. Pramono menegaskan, membunuh oposisi bukan gaya Jokowi. Kalau Jokowi mau, tentu penjara akan penuh oleh pihak-pihak yang biasa mengumbar ujaran kebencian.

Selama7 tahun mendampingi Jokowi, Pram, begitu Pramono disapa, sangat jarang berbicara kepada publik. Padahal, hampir semua yang menyangkut Jokowi, Pram tentu tahu benar. Mulai dari kebiasaan Jokowi di rapat hingga hal-hal terkecil terkait kejadian di Istana.

Namun dalam sebuah wawancara yang tayang di YouTube, politisi PDIP itu blak-blakan mengungkap semua hal baru soal kepemimpinan Jokowi. Wawancara itu dibuat dalam bentuk Podcast yang dipandu oleh Staf Khusus Presiden, Putri Tanjung.

Berita Terkait : Jadi Ketua Kelas, Pram Bongkar Rahasia Dapur Kabinet Jokowi

Podcast ini memang dibuat oleh kementerian yang dipimpin oleh Pram. Namanya Podkabs (Podcast Kabinet dan Sekretariat Kabinet). Bintang tamu pertamanya, Pram sendiri. Acara itu tayang di YouTube Sekretariat Kabinet, Jumat (4/2).

Banyak yang dibicarakan Putri dan Pram. Mulai dari yang serius hingga yang lucu-lucu, dan santai. Mulai dari dirinya harus terus jaga stamina, agar tidak kedodoran mengimbangi kerja Jokowi sampai soal banyaknya ujaran kebencian.

“Pak Jokowi itu sangat energik. Kalau kita tidak imbangi, bisa kedodoran. Makanya, saya rajin sepedaan 3 kali seminggu,” kata Pram, sambil tertawa.

Berita Terkait : Dibuang Ke Getafe, Mayoral Tuding Mourinho Jadi Biang Kerok

Eks Sekjen PDIP ini lantas menjelaskan salah satu fungsi utama Setkab adalah mengelola penyelenggaraan Sidang Kabinet, termasuk Rapat Terbatas. Kata dia, ini merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan pada kabinet pemerintahan di Indonesia.

“Semua keputusan (diambil) di Sidang Kabinet. Termasuk mulai dari urusan vaksin, urusan evaluasi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), itu semuanya oleh Presiden diputuskan dalam Sidang Kabinet,” ujarnya.

Seskab menambahkan, dalam Sidang Kabinet, para menteri memaparkan usulan kebijakan untuk kemudian diputuskan Presiden. “Presiden memutuskan harga minyak goreng, minyak curah menjadi Rp14 ribu, itu tentunya usulannya dari menterinya, dan menterinya kemudian menyampaikan di dalam Sidang Kabinet, dalam Ratas (Rapat Terbatas),” ungkapnya.

Berita Terkait : 3 Tips Kembangkan Karir Dengan Memaksimalkan Teknologi

Dalam penyelenggaraan Sidang Kabinet, Pram mengaku menentukan para menteri yang dapat menyampaikan paparan beserta alokasi waktu paparannya berdasarkan prioritas substansinya. “Kalau topiknya menarik, itu yang daftar (untuk presentasi) bisa puluhan. Padahal waktunya yang kita kasih kesempatan mungkin hanya 4-5 orang,” bebernya.
 Selanjutnya