Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Ini gelar yang merupakan dukungan besar warga Nahdliyin pada kepemimpinan beliau (Bung Karno) yang disahkan dalam Muktamar NU di Surabaya pada 1954. Sampai sekarang gelar tersebut tidak pernah dicabut,” ungkap Mega.
Presiden ke-5 itu memastikan, dirinya akan terus melanjutkan kedekatan Bung Karno dengan kiai dan warga Nahdliyin. Dia juga mengamanatkan kepada seluruh kaum nasionalis, juga para kader dan simpatisan Banteng untuk melanjutkan kedekatan tersebut dalam sikap dan tindakan.
Baca juga : Ikut Ramaikan Harlah NU Ke-96, Bos Demokrat Nyanyi Yaa Lal Wathon
Giliran Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf yang bicara. Gus Yahya pun memuji PDIP. Menurut dia, PDIP bukan sekadar partner atau rekan bagi NU. Bagi PBNU, PDIP adalah salah satu komponen senyawa di dalam perjuangan yang bisa terus bersinergi.
“Ini akan menjadi sinergi yang mudah-mudahan membawa kemaslahatan yang besar untuk bangsa, negara, dan untuk kemanusiaan,” kata Gus Yahya.
Baca juga : Berantas Mafia Pupuk Bersubsidi
Gus Yahya mengajak semua pihak bersama-sama memperbaiki dan menyempurnakan berbagai hal yang dirasa belum sempurna. Menurut dia, hal ini menjadi dasar PDIP bisa berjalan beriringan dengan PBNU. “Dan tentu jika keduanya konsisten, akan membawa dampak baik bagi bangsa dan negara,” imbuh Gus Yahya.
Apakah ‘kemesraan’ Mega dan Gus Yahya bentuk dukungan PBNU ke PDIP? Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut partainya dan NU memiliki sejarah panjang bersama. Bahkan, banyak kader NU yang saat ini menjadi kepala daerah dari PDIP.
Baca juga : Kader Muda Janjikan PPP Lolos Ke Senayan
Kata Hasto, PDIP sebagai penerus ideologi nasionalis yang digagas oleh Soekarno, terus merawat dan melanjutkan kedekatan dengan para pendiri NU. Bukan hanya persatuan Indonesia, bahkan dunia. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya