Dewan Pers

Dark/Light Mode

Saudi Terima Calon Jemaah Dari Luar Negeri

Gus Yaqut, Mintalah Sebanyak-banyaknya

Selasa, 22 Maret 2022 06:35 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jeddah, Arab Saudi, Minggu, 20 Maret 2022. (Foto: Dok. Kementerian Agama).
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jeddah, Arab Saudi, Minggu, 20 Maret 2022. (Foto: Dok. Kementerian Agama).

RM.id  Rakyat Merdeka - Akhirnya, kabar gembira untuk calon haji datang juga. Kerajaan Arab Saudi dikabarkan akan menerima calon jemaah haji dari luar negeri, setelah 2 tahun tertutup karena pandemi Covid-19. Dengan adanya kabar ini, banyak pihak berharap ke Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar minta kuota sebanyak-banyaknya ke Saudi.

Saat ini, Gus Yaqut sedang berada di Saudi. Di sana, ia tengah melakukan lobi-lobi jatah kuota haji untuk Indonesia. Salah satunya, dengan menemui Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al-Rabiah, Minggu (20/3). Dari pertemuan yang digelar di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jeddah itu, Yaqut mendapat kabar akan ada kuota haji untuk luar Saudi tahun ini.

Berita Terkait : Penularan Dari Luar Negeri Sudah Mulai Reda

"Saya kemarin bertemu Menteri Haji dan Umrah Saudi. Saya mendapat penjelasan bahwa akan ada pemberangkatan jemaah haji tahun ini dari luar Saudi," kata Yaqut, lewat keterangan tertulis, kemarin.

Gus Yaqut berharap, Indonesia bisa mendapatkan kuota yang ideal, lantaran sudah cukup panjangnya daftar antrean jemaah haji saat ini. Namun, dia juga realistis. Anak kandung Ketua Umum PBNU KH Yahya Staquf Cholil ini memperkirakan, kuota haji tahun ini belum normal. Karena pandemi belum berakhir.

Berita Terkait : Tahun Ini Gencar Investasi, Mind ID Butuh Dana Jumbo

"Saya tegaskan bahwa Indonesia siap melaksanakan haji dan memohon agar segera ada kepastian kuotanya," ucap Yaqut.

Total, ada sekitar 210 ribu calon jemaah haji Indonesia yang antreannya sudah mencapai 40 tahun. Namun, kata Yaqut, itu belum seberapa. Di Malaysia, antreannya dengan kuota yang ada sudah mencapai 141 tahun.
 Selanjutnya