Dark/Light Mode

Yang Ngomong Ganjar

Muka Pemerintah Ditampar Migor

Kamis, 24 Maret 2022 06:50 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam forum High Level Meeting (HLM). (Foto: Tangkapan layar Twitter @ganjarpranowo).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam forum High Level Meeting (HLM). (Foto: Tangkapan layar Twitter @ganjarpranowo).

 Sebelumnya 
Bagaimana tanggapan pemerintah? Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, pemerintah terus mewaspadai potensi penyelewengan penjualan migor curah. Pasalnya, sudah ditemukan praktik migor curah dikemas, dan dijual menjadi migor kemasan premium.

Pemerintah juga terus melakukan pengawasan terkait praktik penimbunan migor curah. Pengawasan ketat ini dilakukan Satgas Pangan.

Baca juga : Dibalik Dua Terowongan Kembar Pertama di Indonesia

Untuk menjaga pasokan migor curah, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) 30 persen, dari sebelumnya 20 persen.

“Maksudnya, mereka harus bertanggung jawab atas ketersediaan (pasokan minyak goreng). Jadi tidak boleh hanya ekspor saja,” pesan mantan Panglima TNI itu.

Baca juga : Pedagang PKL Jombang Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024

Lantas, bagaimana dengan hasil pengawasan migor? Sampai saat ini, Ketua Satgas Pangan Polri Irjen Pol Helmy Santika hanya menemukan pelanggaran perseorangan, hingga menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga. Mereka tidak mengikuti kebijakan pemerintah.

“Sejauh ini belum ditemukan mafia minyak goreng. Mafia lebih dikonotasikan sebagai persekongkolan besar, masif, dan terstruktur yang melibatkan banyak pihak. Sampai saat ini, tidak ditemukan praktik seperti itu,” ungkap Helmy.

Baca juga : Ditjenbun Minta Pengusaha Sawit Penuhi Pasokan Migor

Selain membuat kebijakan dan mengawasi distribusi migor, Pemerintah juga mendorong petani sawit swadaya untuk memproduksi migor curah. Hal ini tercermin dari pertemuan mereka dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Jokowi meminta agar seluruh lapisan masyarakat bergotong-royong menyelesaikan persoalan migor. Tak terkecuali koperasi petani sawit swadaya, untuk memproduksi migor agar tidak langka. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh dengah mudah dan murah. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.