Dark/Light Mode

Seknas Jokowi: Kekerasan Ke Ade Armando Ancaman Serius Kebebasan Berekspresi

Selasa, 12 April 2022 13:42 WIB
Sekjen DPN Seknas Jokowi, Dono Prasetyo (Foto: Istimewa)
Sekjen DPN Seknas Jokowi, Dono Prasetyo (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi ikut angkat suara atas kasus kekerasan terhadap pegiat media sosial sekaligus dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando, saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin (11/4). Seluas Jokowi meminta Kepolisian mengusut tuntas tersebut.

"Tindakan kekerasan terhadap Ade Armando merupakan ancaman serius bagi kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat. Untuk itu, kami meminta pihak yang berwenang mengusut tuntas para pelaku kekerasan dan mengusut motifnya," kata Sekjen Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Seknas Jokowi, Dono Prasetyo, Selasa (12/4), seperti dikutip Antara.

Baca juga : Penganiayaan Ade Armando Langgar HAM Dan Rusak Demokrasi

Dono melanjutkan, Seknas Jokowi mengutuk tindakan kekerasan terhadap Ade Armando. Kata dia, terlepas dari perbedaan sikap dan pandangan seseorang, siapa pun tidak bisa menunjukkan ketidaksetujuan dengan kekerasan.

Dalam masyarakat demokratis, lanjutnya, semua pihak boleh menyatakan pendapat selama dilakukan secara sopan dan tidak anarkis. "Saudara Ade Armando sudah melakukan itu," imbuhnya.

Baca juga : PBNU: Polisi Harus Segera Tangkap Pengeroyok Ade Armando, Main Hakim Sendiri Tak Bisa Dibenarkan

Apabila kasus kekerasan tersebut tidak tuntas, Seknas Jokowi khawatir hal serupa akan terjadi pada tokoh figur lain. Oleh karena itu, dia menekankan bahwa hukum harus ditegakkan dalam kasus tersebut.

Dia menambahkan, kekerasan terhadap Ade Armando telah mencederai prinsip kebebasan berekspresi dan berpendapat. Padahal, kebebasan tersebut telah diperjuangkan dengan susah payah di awal era reformasi.

Baca juga : GUSDURian Kutuk Kekerasan Terhadap Ade Armando

Oleh karena itu, dia mengimbau seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga situasi aman dan damai, demi terwujudnya keberadaan ruang bagi masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi. "Kita tetap harus menjaga situasi, agar tetap ada ruang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya," ujarnya. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.