Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jabar Bergetar, Relawan Terus Dorong Erick Nyapres

Jumat, 13 Mei 2022 16:11 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengunjungi Galeri Jatiwangi Art Factory (JAF) di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (13/5). (Foto: Istimewa)
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengunjungi Galeri Jatiwangi Art Factory (JAF) di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (13/5). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Relawan pendukung Menteri BUMN Erick Thohir terus menggemakan support untuk jagoannya, agar maju ke Pilpres 2024.

Kali ini, giliran Jawa Barat yang bergetar.

Dalam kunjungannya ke Galeri Jatiwangi Art Factory (JAF) di Majalengka, Jawa Barat pada hari ini, Jumat (13/5), relawan Erick datang berkumpul.

Berita Terkait : Arus Balik Lebaran, Polisi Terapkan Lawan Arus Di Jalur Nagreg

Ada Balad Erick Thohir Majalengka, Istri Majalengka Optimis Erick Thohir (Imoet), Indonesia Moeda Regional Majalengka serta lainnya. Erick pun buka suara soal tujuannya berjumpa relawan.

 

 

Berita Terkait : Pasar Tani Kementan Di NTB Diborong Habis Warga

"Saya menghadiri undangan di sini, sama sekali tidak terkait dengan masalah pencalonan presiden atau lainnya. Kita bicara mengenai program Pak Jokowi," kata Erick.

Sejauh ini, deklarasi untuk mendukung pencalonan Erick memang sudah bergema di berbagai daerah. Sebut saja Aceh, Bandar Lampung, Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Ciamis, Tegal, Malang, Kediri, Nganjuk, Tuban, Pasuruan, Ponorogo, dan masih banyak lagi.

Erick bilang, hal tersebut merupakan bentuk apresiasi masyarakat kepadanya.

Berita Terkait : Lewat Pasar Tani, Kementan Terus Kawal Ketersediaan Pangan Di Kalsel

"Ya itu kan apresiasi. Apakah itu bisa distop? Kan nggak bisa," ujar Erick.

Sementara itu, Sekretaris Indonesia Moeda Regional Majalengka Edi Apriadi mengungkap salah satu alasan mendorong Erick menjadi Capres. Menurutnya, Erick berhasil membuka peluang kerja bagi generasi muda.

"Program-program pak Erick Thohir sangat menguntungkan generasi muda. Pemuda Indonesia, khususnya Majalengka bisa magang perusahaan-perusahaan BUMN," tutur Edi. [HES]