Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai, kasus mafia tambang ini secara tradisi sudah terjadi sekian lama di Indonesia, khususnya di Sumsel.
Baca juga : Ikada Universitas Pancasila Bersinergi Bersama Alumni
Menurutnya, praktik tersebut terjadi karena ada peran dari oknum penegak hukum hingga pemerintah bayangan atau shadow government yang bekerja sama dengan pemodal untuk menguasai tambang tersebut secara ilegal.
Baca juga : KPK Diminta Turun Tangan Supervisi Penertiban Reklame Di Kota Bandung
"Shadow government sebetulnya adalah di luar pemerintahan, tapi memiliki pengaruh dari sisi kemampuan modal capital, mereka yang ingin menguasai tambang-tambang, terutama yang di daerah-daerah," terangnya.
Baca juga : Apriyani Diminta Kudu Tahan Emosi Dan Ego
Untuk itu, Faisal setuju jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung turun tangan memberantas praktik mafia tambang. Sebab menurut Faisal, praktik tersebut tidak hanya merugikan investor. Namun juga merugikan masyarakat sekitar pertambangan. "Karena (praktik) itu masih marak sampai sekarang," tandasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya