Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi korban insiden penyiraman air keras Novel Baswedan, meminta tim khusus bentukan Polri tak berspekulasi soal aktor intelektual yang menyiramkan air keras ke wajahnya. Novel menegaskan, pengungkapan kejahatan harus dimulai dari pelaku lapangan.
"Tidak mungkin ada pengungkapan pelaku kejahatan seperti ini. Hanya dimulai dengan spekulasi aktor intelektual," kata Novel di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/7).
Baca juga : Yang Ngerasa Mampu, Please Stop Gunakan LPG Bersubsidi
Novel juga berharap pihak-pihak lain tidak memperkeruh proses pengungkapan teror tersebut. Polisi diminta serius menuntaskan kasus yang membuat mata kirinya rusak itu. "Karena kalau hanya spekulasi dan pelakunya sekali lagi tidak berhasil didapatkan, maka itu sia-sia," ujarnya.
Ia kembali mengingatkan tim khusus itu, agar tidak memberi pernyataan yang tidak sesuai dengan hasil investigasi. Apalagi, sampai membuat kesimpulan berupa spekulasi. "Saya tentunya berharap hasil yang ditemukan itu betul-betul signifikan. Betul-betul positif. Itu standar suatu investigasi," tandas Novel.
Baca juga : Dewan Minta Anies Mutakhirkan Data Kependudukan
Tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian gagal mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Padahal, tim khusus ini memiliki waktu enam bulan untuk mengungkap kasus tersebut.
Tim ini dibentuk Tito Karnavian pada 8 Januari 2019, dengan jumlah anggota 65 orang. Namun, hingga berakhirnya masa kerja pada 7 Juli 2019, tim tersebut tidak mampu mengungkap satu pun aktor yang bertanggung jawab atas cacatnya mata kiri Novel. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya