Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Akun @story_of_ami pesimis aturan ini dapat diterapkan dengan baik. Dia menyoal implementasi aturan tersebut. Kata dia, terakhir naik pesawat saat Idul Fitri 1443 H, sama sekali tidak diperiksa. Bahkan, masih lebih ketat masuk mall.
“Kemarin mudik pun booster hanya wacana,” ujar @dee_michaelis.
Padahal, kata @dee_michaelis, dirinya berharap mudik lalu akan menjadi perjalanan yang cukup aman. Nyatanya, di rest area penuh sampai-sampai di toilet harus berdesakan.
Baca juga : Shinzo Abe Kritis Tertembak Tiga Kali, Jantungnya Berhenti
“Kenapa bisa penuh? Ya karena aturan wajib booster nggak dijalankan. Aturan hanya aturan, biar rakyat nggak banyak protes. Praktiknya zonk,” tuturnya.
Akun @razki_iskandar mengatakan, kalau pengawasan dan pemeriksaan tidak dijalankan secara konsisten dan ketat, jangan harap kasus Covid-19 cepat melandai. Kata dia, dari pengalaman yang sudah-sudah masyarakat bisa lolos-lolos saja. “Terutama, mereka yang pakai kendaraan pribadi,” katanya.
Akun @dssr108 mengatakan, pas mudik Idul Fitri belum bisa booster. Soalnya, rentang waktunya belum 3 bulan dari vaksin kedua. Begitu pun saat vaksin pertama telat karena kondisi kesehatan.
Baca juga : Puan Masih Nyantai
“Tapi, In the end sudah nyiapin hasil tes antigen juga nggak diperiksa. Semoga yang ini beneran dijalankan aturannya,” ujarnya.
Akun @primakrisnawati berharap ada pengecualian untuk anak yang belum mendapat vaksin booster. Terutama, untuk anak-anak usia di bawah 18 tahun.
“Anak-anak saya sudah siap booster tapi masih belum dapat tiket dari PeduliLindungi,” ungkapnya.
Baca juga : Singapura Kebut Booster Kedua, Warga 50+ Wajib Hukumnya…
Akun @titosniper menilai, kebijakan persyaratan perjalanan dalam negeri sebagai birokrasi yang aneh. Kata dia, kapan Indonesia cerdas kalau birokrasinya serumit itu. Dia curiga, kerumitan tersebut sengaja diciptakan. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya