Dewan Pers

Dark/Light Mode

Selamat, Gadis Asal Papua Jadi Wisudawan Termuda ITB

Sabtu, 30 Juli 2022 11:52 WIB
Gadis asal Papua, Jeane Irene Beatrice Gloriana Zebua Wanggai (tengah) bersama kedua orangtuanya saat wisuda ketuga Institut Teknologi Bandung (ITB) Tahun Akademik 2021/2022,  (Foto: Istimewa)
Gadis asal Papua, Jeane Irene Beatrice Gloriana Zebua Wanggai (tengah) bersama kedua orangtuanya saat wisuda ketuga Institut Teknologi Bandung (ITB) Tahun Akademik 2021/2022, (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gadis asal Papua, Jeane Irene Beatrice Gloriana Zebua Wanggai mengaku tak menyangka, bisa meraih predikat sebagai wisudawan termuda di wisuda ketuga Institut Teknologi Bandung (ITB) Tahun Akademik 2021/2022, dalam usia 20 tahun.

"Tidak menyangka, karena aku pikir masih ada yang lebih muda," tutur mahasiswi angkatan 2018, yang menamatkan kuliah sarjananya di Program Studi Teknik Lingkungan, seperti dikutip situs resmi ITB, Sabtu (29/7).

Jeane kecil, memang sengaja dimasukkan ke jenjang sekolah dasar pada usia yang belia oleh ibundanya, yaitu 5 tahun. Pada saat itu, dia sudah fasih membaca dan menulis. Sehingga, dianggap pantas untuk mengenyam pendidikan formal.

"Aku belajar (membaca dan menulis) secara mandiri, lewat poster-poster yang dibeli Ibu di toko," jelasnya.

"Waktu itu, syarat masuk SD juga belum ketat seperti sekarang. Jadi, aku bisa diterima, meskipun masih terbilang muda," imbuhnya.

Berita Terkait : Jika Ronaldo Kabur, Martial Bakal Jadi Andalan

Saat menjadi pelajar di SMAN 3 Jayapura, Jeane ikut program akselerasi. Alhasil, dia lulus hanya dalam waktu dua tahun.

Jeane mengaku tidak memiliki kesulitan yang berarti di bidang akademik, meski berusia lebih muda. Dia justru merasa pelik, saat harus mengimbangi cara berpikir teman-temannya yang lebih matang.

Berangkat dari ketertarikannya di bidang teknik, Jeane akhirnya memutuskan untuk memilih ITB sebagai kampus impiannya. Melalui jalur SNMPTN, dia diterima di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Jurusan Teknik Lingkungan.

Mengenai kesannya selama berkuliah di program studi tersebut, Jeane mengungkapkan kekagumannya terhadap ilmu-ilmu baru yang dipelajari.

Dosen dan tenaga pendidik di ITB, menurutnya sangat luar biasa dan menginspirasi.

Berita Terkait : Pemekaran 3 Provinsi Papua Jadi Tantangan Besar Kemenhub

"Menurutku, hal yang paling menyenangkan di Teknik Lingkungan adalah bisa bekerja di laboratorium. Saat SMA kan hanya kenal yang sederhana-sederhana, seperti Laboratorium Kimia, tetapi di sini keren-keren," ungkap Jeane.

"Contohnya di mata kuliah Mikrobiologi Lingkungan. Aku dapat kesempatan untuk lihat bakteri-bakteri, dan belajar suhu yang paling optimal agar tetap hidup," imbuhnya.

Selain berkegiatan akademik, Jeane juga aktif berpartisipasi dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB (HMTL ITB) dan Unit Kebudayaan Irian ITB (UKIR ITB).

Melalui dua wadah tersebut, Jeane dapat bertemu dengan berbagai orang dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Salah satu momen yang paling berkesan baginya, adalah saat dipercaya menjadi Ketua Wisuda Juli 2020.

Berita Terkait : Kemendes Fokus Pada Desa Wisatanya BUMDesa Dan BUMDesa Bersama

"Pengalaman itu sangat membentuk aku menjadi pribadi yang lebih dewasa. Teman-teman yang membantu aku, juga sangat mendukung dan bisa membuka pikiranku terhadap banyak hal," kenang Jeane sambil tertawa ringan.

Kini, Jeane tengah mengambil program fast track di program studi yang sama, dan berharap dapat lulus dengan gelar Magister di tahun depan.

Jeane berharap dapat mewujudkan cita-citanya, untuk kembali ke Tanah Papua dan mengabdi di sana.

Dia pun turut menitipkan pesan bagi seluruh mahasiswa ITB, yang masih berjuang untuk menyelesaikan studinya.

"Tetap memperluas relasi dan jangan stres. Small progress is still progress!" pungkasnya. ■