Dark/Light Mode

Alasan JNE Perlu Ditelusuri

Ah, Yang Bener Nih, Masa Bansos Busuk

Selasa, 2 Agustus 2022 07:30 WIB
Warga menunjukkan penemuan beras diduga bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). Penemuan barang diduga bansos presiden untuk warga terdampak COVID-19 yang tertimbun di dalam tanah itu terungkap setelah ahli waris pemilik lahan melakukan penggalian menggunakan alat berat dan tengah ditangani Polrestro Depok. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc).
Warga menunjukkan penemuan beras diduga bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). Penemuan barang diduga bansos presiden untuk warga terdampak COVID-19 yang tertimbun di dalam tanah itu terungkap setelah ahli waris pemilik lahan melakukan penggalian menggunakan alat berat dan tengah ditangani Polrestro Depok. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc).

RM.id  Rakyat Merdeka - Polisi langsung bergerak cepat memeriksa JNE soal penemuan bansos presiden yang terkubur di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. JNE beralasan beras tersebut sudah busuk. Ah, yang benar nih, masa bansos dari pemerintah busuk.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, selain JNE, Satreskrim Polres Metro Depok juga telah memerika pihak Kementerian Sosial (Kemensos).

Menurut dia, JNE tidak sendirian dalam menyalurkan beras. Mereka turut menggandeng PT DNR untuk mendistribusikan beras bansos kepada masyarakat yang namanya telah terdaftar di wilayah Depok tahun 2020.

Baca juga : Alifudin: CSR Perusahaan Bisa Bantu Penurunan Stunting

“Jumlah beras yang dikirim oleh JNE kontraknya dengan PT DNR ini berdasarkan pemeriksaan hari ini disampaikan ratusan ribu ton,” ungkap Zulpan, di kantornya, kemarin.

Lalu kenapa beras itu dikubur? JNE mengklaim, beras itu rusak terkena air hujan. Menurut mereka, tak ada yang salah dalam kejadian itu, mengingat beras yang rusak tersebut sudah diganti kepada Pemerintah. “Tapi keterangan ini belum didukung dokumen baru secara lisan. Makanya ini akan kita dalami lagi,” janji Zulpan.

Kepolisian akan terus mengungkapkan fakta dari kejadian ini. JNE hingga Bulog akan dimintai keterangan di Polres Metro Depok, hari ini. “Dari JNE tidak bisa menerangkan jumlah pastinya yang rusak, lalu kenapa dilakukan penimbunan beras itu. Ini yang masih kita dalami,” kata Zulpan.

Baca juga : BRI Jaga Bisnis Rakyat Kecil

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily meminta Kemensos segera mengklarifikasi temuan beras bansos yang dikubur di Depok. Hal ini sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan. Sebab, meski bansos presiden, pelaksanaannya ada di Kemensos.

Terlebih, bansos yang mubazir itu merupakan bantuan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat terdampak krisis saat pandemi. “Kalau ada pihak yang menyatakan bantuan sosial itu kedaluwarsa, itu juga perlu dipertanyakan. Berarti bantuan itu tidak dapat didistribusikan kepada warga yang berhak untuk menerimanya,” cecar Ace.

Sebab itu, daripada muncul spekulasi bermacam-macam, sebaiknya Kemensos mengungkapkan hal ini ke publik secara terang-benderang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.