Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Suminto mengungkapkan, Pemerintah tetap optimis penguatan ekonomi masih akan berlanjut di semester II 2022. Hal ini terlihat dari indeks manufaktur Indonesia pada bulan Agustus yang meningkat ke level 51,7 persen dari sebelumnya di level 51,3 persen.
“Selain itu, neraca transaksi berjalan juga masih tercatat surplus 0,3 persen terhadap PDB (product domestic bruto) 2021 dan tahun ini di kisaran 1 persen. Bahkan kinerja kuat di sektor riil juga telah datangkan kepercayaan investor,” tandasnya.
Netizen meyakini tingginya utang Indonesia dibandingkan negara lain di ASEAN karena pembangunan infrastruktur yang tidak terkontrol. Meskipun, ada yang menilai hal itu wajar.
Akun @wellylie99 mengaku malu Indonesia menjadi negara dengan utang paling tinggi se Asia Tenggara. “Bukan hanya polusi udara saja yang tertinggi di Asia Tenggara. Ternyata hutang juga tertinggi. Mengerikan,” ujarnya.
Baca juga : Peluang Vs Rintangan Puan Di 2024
Akun @gamafatah mengatakan, lebih besar utang dari pada pendapatan negara. Jadilah rakyat juga yang menanggung semuanya. Para pejabat malah menikmati hasil dari itu semua, dengan statemen rakyat tidak boleh manja.
“Apa-apa naik tidak boleh protes, dan rakyat dipaksa buat menerima kebijakan mereka,” ujarnya.
Akun @ferizandra mengatakan, tingginya utang Pemerintah karena pembangunan infrastruktur yang tidak terkontrol. Padahal, kata dia, tidak semua infrastruktur harus dibiayai dengan utang dan dikerjakan oleh tenaga kerja asing.
“Contohnya pembangunan Jakarta International Stadium (JIS),” katanya.
Baca juga : Jangan Terlena, Waspada Krisis
Akun @AwalilRizky mengungkap bahwa International Monetary Fund atau IMF memperkirakan utang Pemerintah Indonesia pada akhir 2022 sebesar Rp 7.765 T (40,89% PDB), menjadi Rp 9.240 T (40,41% PDB) akhir 2024.
“Saya memperkirakan akan lebih buruk,” katanya.
Sementara, @fauzie_saputra meyakini utang Indonesia masih jauh lebih aman dibanding negara-negara ASEAN. “Ribut soal utang Indonesia? Padahal rasio utang Indonesia kalau dikomparasikan dengan negara ASEAN jauh lebih rendah,” katanya.
“Negara kawasan Asean, tercatat pada 2021 rasio utang terhadap PDB tertinggi ditempati oleh Singapura (131%), Malaysia (63,3%), Filipina (60,4%), Thailand (59,6%), Vietnam (46,7%), dan Indonesia terbilang aman dengan rasio utang 38,5 persen terhadap PDB,” ungkap @spider_hunt616.
Baca juga : Ide Nama FF Keren Terbaru Yang Bisa Dipakai
Akun @WidiaRiyad mengatakan, utang tidak perlu diributkan karena merupakan sesuatu yang wajar. Kata dia kalau bacanya se Asia Tenggara mungkin paling besar, tapi lihat juga kondisi negaranya.
“Dibanding semua negara tetangga, luas Indonesia lebih besar yang otomatis butuh dana besar,” katanya. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya