Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengingatkan tingginya jumlah masyarakat yang golongan putih alias tidak memilih calon anggota DPD Pemilu 2019. Bawaslu meminta para calon senator gencar bersosialisasi di Pemilu 2024.
“Di Pemilu 2019 yang golput ada sekitar 29 juta orang. Itu paling banyak ada di suara DPD. Banyak masyarakat yang tak memilih DPD,” ungkap Ketua Bawaslu Rahmat Bagja di sebuah diskusi di Jakarta, belum lama ini.
Baca juga : Berani Sunat Center (BSC) Hadirkan Metode Sunat Tercanggih
Dikatakan, masyarakat enggan memilih calon DPD karena para calon senator ini tidak gencar berkampanye. “Teman calon senator ini kurang jualan dirinya ke publik,” tandasnya.
Oleh sebab itu, dia mengimbau, calon anggota DPD di Pemilu 2024 harus meniru calon anggota legislatif. Kampanye dengan agresif lewat berbagai kanal. Baik alat peraga maupun di media sosial.
Baca juga : Serah Terima Kampung Susun Bayam Molor Deh
“Suara yang disediakan hampir sama seperti suara partai, tetapi yang memilih DPD itu tidak banyak. Contohnya sekitar 10 juta suara yang bisa didulang untuk pemilihan calon anggota DPD di sebuah provinsi, hanya ada 600-800 ribu suara sah yang diberikan pemilih,” tambahnya.
Diketahui, tahapan pencalonan bakal anggota DPD sudah dimulai 6 Desember 2022. Bagja menambahkan, publik harus diyakinkan bahwa DPD juga unsur legislatif yang tidak kalah penting. “Publik harus diyakinkan. Jangan sampai punya anggapan dan menilai DPD tidak berpengaruh,” ujarnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya