Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah berencana membagikan bantuan penanak nasi atau rice cooker listrik senilai Rp 500 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM) pada 2023. Maksudnya, untuk mendukung pemanfaatan energi bersih, meningkatkan konsumsi listrik per kapita dan penghematan biaya memasak masyarakat.
Sebelumnya, Pemerintah berencana membagi-bagikan kompor listrik kepada masyarakat. Namun, hingga kini belum terealisasi. Konon, untuk program bagi-bagi kompor listrik statusnya sudah dibatalkan.
Perupadata mengunggah dua meme tentang rencana bagi-bagi rice cooker untuk warga miskin. Pertama, rice cooker, tabung gas melon dan meteran listrik. Di dalamnya ada informasi soal bantuan rice cooker untuk 680 ribu keluarga. Syaratnya, warga dengan daya 450 VA dan 900 VA, dan pengguna tabung gas elpiji 3 kg yang divalidasi oleh kepala desa.

Baca juga : Hore, Sekarang Di Sulawesi Ada Kereta Api
Kedua, grafik penghematan energi bila menggunakan rice cooker. Di mana anggaran untuk pengadaan rice cooker sebesar Rp 340 miliar dengan potensi penghematan sebesar Rp 52 miliar. Selain itu, efisiensi biaya energi dalam sebulan dengan menggunakan kompor gas sebesar Rp 16.800, sedangkan dengan rice cooker Rp 10.396.
Perupadata menjelaskan another subsidi menuju peralihan ke energi listrik: rice cooker. Pemerintah kabarnya siap meluncurkan bantuan penanak nasi untuk 680 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan masing-masing menerima Rp500ribu. Program ini difokuskan menyasar pelanggan listrik 450 atau 900 VA, juga pengguna LPG 3kg.
“Setelah beberapa bulan lalu batal dengan program peningkatan daya dan konversi ke kompor listrik, kini yang coba digulirkan adalah bantuan penanak nasi. Hmmmmmm,” kritik Perupadata dalam caption-nya.
Baca juga : Pak Bas Jadi Fotografer
Akun @Priyo_Santoso mengingatkan Pemerintah, jangan sampai karena program pemberian kompor listrik gagal, kemudian diubah menjadi pemberian rice cooker. Soalnya, kata dia, hampir setiap keluarga sudah punya rice cooker.
“Jadi program ini kurang tepat,” kritik @Priyo_Santoso. “Duit dihambur-hamburkan buat yang nggak perlu,” saut @candra100.
Menurut @Yanim053, program bagi-bagi rice cooker gratis hanya menguntungkan para produsen, tapi tidak memberikan efek kepada masyarakat. Kata @Mobe, warga miskin yang daya listrik rumah hanya 450 VA tidak akan kuat bila menggunakan rice cooker seharga Rp 500 ribu.
Baca juga : Nih, Tips Buat Pemula Yang Mau Brand-nya Terkenal
“Produksi listrik Indonesia jauh lebih besar dari kebutuhan. Sehingga, APBN harus memberi orang rice cooker agar daya listrik yang berlebih terpakai,” kata @Tanil_tanil.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya