Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Polusi Udara Di Jakarta Petang Ini Masuk 5 Besar Dunia, Tangsel Lebih Gawat Lagi
Kamis, 31 Agustus 2023 17:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah untuk menurunkan tingkat polusi udara di Jakarta. Namun, hingga petang ini kualitas udara dilaporkan masih tidak sehat.
Hal itu terlihat dari data yang dirilis oleh situs pemantau kualitas udara IQAir, Kamis (31/8). Dari laporan yang diperbaharui per jam 5 sore WIB, Jakarta nangkring di posisi keempat kota dengan polusi tertinggi di dunia.
Indeks kualitas udara (US AQI) di Jakarta masih berada di zona merah yang artinya tidak sehat, dengan skor 151.
Konsentrasi polutan PM2,5 mencapai 56 µg/m³ atau 11,2 kali di atas pedoman kualitas udara tahunan yang dirilis oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO.
Baca juga : Menkes Ajak Warga Pakai Masker
Lalu bagaimana dengan daerah lain di Jabodetabek?
Berdasarkan data yang dirilis IQAir, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten menjadi wilayah yang paling buruk kualitas udaranya di Jabodetabek.
Skor Indeks Kualitas Udaranya lebih parah dari Jakarta, yakni 168. Skor setinggi itu berada di zona merah dengan kategori tidak sehat.
Konsentrasi polutan PM2,5 di Tangsel mencapai 89 µg/m³ atau 17,8 kali dari pedoman kualitas udara tahunan yang dirilis oleh WHO.
Baca juga : Kualitas Udara Di Jakarta Membaik Saat Jam Pulang Kantor, Kok Bisa?
Makin gawatnya polusi udara ini, telah berdampak buruk bagi kesehatan warga. Di Jakarta saja, dilaporkan sudah ratusan ribu warga yang terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA dalam 6 bulan terakhir.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Wibi Andrino menilai, Jakarta saat ini sudah dalam kondisi darurat polusi.
"Posko pengaduan dibutuhkan supaya masyarakat bisa menyampaikan keluhannya agar bisa mendapatkan treatment dari Pemerintah sebagai insentif atas memburuknya polusi,” sarannya.
Sejauh ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan 740 fasilitas kesehatan (faskes) yang dapat menangani masyarakat, apabila terjangkit ISPA akibat udara yang tidak sehat.
Baca juga : Atasi Polusi Udara, DPR Minta Pemerintah Belajar Dari China
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyammpaikan dari faskes yang disiapkan itu, 674 diantaranya terdiri dari Puskesmas dan 66 Rumah Sakit di Jabodetabek, serta RS Persahabatan sebagai Pusat Respirasi Nasional.
"Kita sudah meminta organisasi profesi dan kolegium dokter spesialis paru, untuk mendidik dokter-dokter Puskesmas, agar paham tentang penyakit paru. Kalau ISPA bisa ditangani di Puskesmas, kita pastikan alat-alatnya juga ada. Kalau masuk kasus pneumonia, itu harus ke rumah sakit. Itu harus di-rontgen. Kita pastikan, seluruh rumah sakit Jabodetabek bisa,” papar Menkes dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Rabu (30/8) lalu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya