Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Penyidikan Korupsi Di Kemnaker

Mantan Stafsus Cak Imin Diduga Ikut Atur Proyek

Sabtu, 30 September 2023 07:30 WIB
Anggota DPR dari Fraksi PKB Luqman Hakim usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (27/9). (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Anggota DPR dari Fraksi PKB Luqman Hakim usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (27/9). (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luqman Hakim diduga terlibat pengaturan proyek di Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker).

Hal itu terkuak dari pemeriksaan mantan Staf Khusus (Stafsus) Muhaimin Iskandar ketika menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu.

“Dikonfirmasi mengenai dug­aan adanya pesanan pengaturan untuk berbagai proyek pengadaan oleh beberapa pejabat di Kemnaker,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri lewat pernyataan tertulis pada Jumat (29/9).

Baca juga : Usut Kasus Korupsi Di Kementan, KPK Tepis Unsur Politis

Saat ini, KPK tengah mengusutdugaan korupsi pen­gadaan sistem proteksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di era Muhaimin Iskandar.

Luqman menjalani pemeriksaan pada Rabu lalu (27/9). “Saksi hadir dan didalami penge­tahuannya antara lain kaitan po­sisi saksi sebagai salah satu staf khusus di Kemnaker saat itu,” ungkap Ali.

Usai pemeriksaan, Luqman enggan membeberkan materi pemeriksaan yang didalami tim penyidik KPK. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada KPK.

Baca juga : Mafia Bola Tak Berkutik

“Tanya tim penyidik. Semua sudah dijelaskan ke penyidik,” kata Luqman di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu sore.

Bersamaan dengan Luqman, KPK memeriksa dua pegawai negeri sipil (PNS) Kemnaker Rinto Sugita dan Irwan Arifiyanto. Penyidik mengorek mekanisme perencanaan dan lelang sistem proteksi TKI di Kemnaker.

Dalam penyidikan kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka tetapi belum mengumumkannya secara resmi kepada publik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.