Dark/Light Mode

Trade And Development E-Course Hadirkan Kesetaraan Gender Di Indonesia

Jumat, 27 Oktober 2023 20:44 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menggandeng Asian Development Bank (ADB) dan United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD) menyelenggarakan trade and entrepreneurship e-course learning di Jakarta, belum lama ini. Foto: Istimewa
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menggandeng Asian Development Bank (ADB) dan United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD) menyelenggarakan trade and entrepreneurship e-course learning di Jakarta, belum lama ini. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menggandeng Asian Development Bank (ADB) dan United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD), untuk menyelenggarakan trade and entrepreneurship e-course learning.

Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan implementasi kebijakan berbasis kesetaraan gender di Indonesia.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (Sesmenkop UKM) Arif Rahman Hakim, mengatakan, Upaya ini diambil Kemenkop UKM untuk mendukung pembangunan dan transformasi ekosistem entrepreneurship, bagi UMKM terutama untuk wirausaha perempuan.

Pengembangan program dan kegiatan berbasis kesetaraan gender adalah salah satu prioritas Kemenkop UKM.

"Selama ini kita telah melihat bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan dalam mencapai kesetaraan gender. Data dari World Economic Forum pada Global Gender Gap Report 2022, secara umum Indonesia mendapat skor indeks ketimpangan gender 0,697 dan berada di peringkat ke-92 dari 146 negara," kata Arif Rahman.

Sedangkan data dari Data United Nations Development Programme (UNDP) menunjukkan Indeks Pemberdayaan Perempuan atau Women’s Empowerment Index (WEI) 2022 menggolongkan Indonesia ke dalam kelompok pemberdayaan perempuan rendah di dunia.

Baca juga : Dassault Systèmes Dukung Percepatan Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia

Sementara, dalam peluncuran kursus e-learning mengenai trade and Entrepreneurship in Indonesia from a gender and development perspective itu, hadir berbagai pemangku kepentingan berkumpul untuk mengedepankan pentingnya kesetaraan gender dalam sektor perdagangan dan kewirausahaan.

Salah satu pemangku kepentingan yang hadir di acara tersebut adalah Dalam diskusi panel tersebut, Rinawati Prihatiningsih, Co-Partner dari PT. Infinitie Berkah Energi, wakil Ketua Umum dari IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), dan juga Co-Chair G20 EMPOWER menyampaikan penghargaan dan dukungannya terhadap studi yang dilakukan oleh UNCTAD/ADB.

Studi tersebut menyajikan informasi yang berharga tentang dinamika perekonomian global dan regional serta tantangan yang dihadapi oleh negara-negara anggota, khususnya dalam konteks hubungan antara perdagangan dan kewirausahaan dengan perspektif gender dan pembangunan di Indonesia.

Dikatakan, fakta bahwa perempuan memiliki tingkat pendidikan yang sebanding dengan laki-laki tetapi masih mengalami ketimpangan dalam lapangan pekerjaan menunjukkan tantangan nyata yang kita hadapi.

"Lebih jauh, meskipun Indonesia memiliki reputasi baik dalam hal kesetaraan gender dalam kewirausahaan, fakta bahwa perempuan lebih cenderung berkonsentrasi pada bisnis berorientasi pada kebutuhan dasar menggambarkan tantangan sosio-budaya dan administratif yang mereka hadapi," katanya.

Lalu, perempuan pengusaha, banyak di antaranya adalah anggota IWAPI dan mewakili tren yang lebih luas di Indonesia, seringkali beroperasi di level mikro.

Baca juga : Relawan Kowarteg Ganjar Hadirkan Pengecekan Kesehatan Gratis Di Tebet

Kondisi tersebut lebih cenderung karena pengaruh kuat dari budaya lokal, tradisi, dan norma gender di daerah sangat signifikan dan tidak bisa diabaikan.

Setiap industri menampilkan tantangan unik bagi perempuan. Ini bukan hanya tentang peningkatan representasi atau upah yang adil, tetapi juga mengatasi masalah mendasar seperti peralatan keselamatan yang tidak memadai atau bahkan tidak ada.

Di sektor kelapa sawit misalnya, kondisi kerja berbahaya yang dihadapi perempuan dan ketidaksetaraan dalam keikutsertaan mereka dalam koperasi menunjukkan perlunya tindakan konkret untuk memperbaiki kondisi ini.

Selanjutnya, di industri pakaian jadi, meskipun perempuan mendominasi angkatan kerja, masalah pelecehan seksual dan ketidaksetaraan hak menjadi isu kritis.

"Sementara, di sektor pariwisata, perempuan menghadapi hambatan seperti terbatasnya akses ke pendidikan teknis dan sumber daya serta risiko pelecehan seksual," katanya.

Rinawati juga menekankan pentingnya mendukung dan memberdayakan perempuan, terutama dalam kapasitas mereka sebagai entrepreneur.

Baca juga : Kolaborasi United dan Hypermart Hadirkan Sepeda dan Motor Listrik

Berdasarkan data BPS 2020, terdapat sekitar 12,94 juta perempuan di Indonesia, yang berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

Dengan begitu banyaknya perempuan yang terlibat dalam bisnis dan perdagangan, mendukung mereka melalui kebijakan yang responsif gender bukan hanya menjadi sebuah kebutuhan, namun sebuah kewajiban.

Lebih lanjut, kajian ini menggarisbawahi pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perempuan untuk berpartisipasi sepenuhnya di berbagai sektor ekonomi.

Rina juga menyoroti IWAPI dan G20 EMPOWER bekerja sama dalam mendorong inisiatif yang mendukung perempuan entrepreneur.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, organisasi internasional seperti ADB, UNCTAD, WorldBank, JP Morgan serta asosiasi seperti IWAPI, harapannya adalah terciptanya lingkungan bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Diskusi ini telah menegaskan nilai tentang kekuatan kolektif untuk langkah-langkah konkret yang menghasilkan perubahan transformative bersama-sama untuk mewujudkan rekomendasi dari kajian UNCTAD/ADB ini menjadi kenyataan demi Indonesia yang lebih baik, adil, dan berkelanjutan," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.