Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PMI Manufaktur Juli Kembali Ekspansi, Kadin Minta Tren Positif Dijaga
- Taipei Open 2026, Kalahkan Malaysia, Ganda Garuda Juara
- Kapal Pertamina Patra Niaga Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
- Jasaraharja Putera Pastikan Perlindungan Bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II
- Kasus Bupati Pemalang, KPK Sita Moge hingga Emas dari Penggeledahan
RM.id Rakyat Merdeka - Warga Baduy belakangan ini terancam ular tanah yang juga dikenal sebagai ranjau darat. Racunnya berbahaya dan mematikan.
Tiga bulan terakhir diketahui, 21 orang terkena gigitan waktu mereka bekerja di ladang.
Baca juga : Gelar Natal Bersama, Sukur: Warga Bekasi Sangat Toleran
Seorang di antaranya meninggal. Seorang lagi kakinya sampai diamputasi, karena terlambat diobati.
Ardi, Ketua RT 004 RW 10, Desa Kanekes, Kecamatan Lewi Damar, Kabupaten Lebak, Banten yang secara kebetulan bertemu kami di perkampungan Baduy Luar, mengharapkan tersedianya Serum Anti Bisa Ular (SABU). Karena, di Puskesmas tidak ada persediaan SABU.
Baca juga : SPN Deklarasi Menangkan Partai Buruh
"Korban gigitan ular harus dirujuk ke RSUD Banten di Serang," cerita Ardi, seusai berladang, Rabu sore (27/12/2023).
Mohammad Arif Kirdiat, relawan yang mendampingi kami menambahkan, selain ancaman gigitan ular, warga Baduy banyak yang menderita gizi buruk.
Baca juga : Zulhas Soal Rencana Kenaikan Harga Minyakita: Belum Diputuskan
“Juga, terkena penyakit TBC yang memerlukan pengobatan sekitar 6 bulan sampai 12 bulan secara rutin dan terus menerus," tutur Arif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya