Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino atau RJ Lino masih menghirup udara bebas usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka, Kamis (23/1) malam.
Lino tidak ditahan. Dia keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan pukul 21.45 WIB. Menenteng sebuah tas berisi sejumlah dokumen, Lino melangkah keluar markas komisi antirasuah itu. “Ini dokumen untuk membuktikan kepada penyidik,” ujar Lino di pelataran Gedung KPK.
Baca juga : Setelah Hampir Empat Tahun, KPK Akhirnya Garap RJ Lino
Dia mengaku merasa terhormat diundang penyidik komisi pimpinan Firli Bahuri cs itu untuk menjelaskan proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II yang menjeratnya sebagai tersangka.
"Yang jelas saya merasa terhormat diundang ke sini. Ditanyakan untuk perjelas persoalan. Saya terima kasih karena setelah menunggu 4 tahun akhirnya saya dipanggil juga ke sini. Saya harap proses ini bisa menjelaskan bagaimana stasus saya. Karena apa, saya terakhir kesini Februari 2016, jadi ini 4 tahun," beber Lino.
Baca juga : Hari ini KPK Gelar Sidang Etik Wahyu
Lini mengklaim, ia justru menambah aset puluhan triliun dalam waktu 6,5 tahun saat menjabat di Pelindo II ."Saya cuman bilang satu hal ya. Saya waktu masuk Pelindo II asetnya Rp 6,5 triliun. Waktu saya berhenti asetnya Rp 45 triliun, itu 6,5 tahun. Saya bikin kaya perusahaan," tegasnya.
Lino pun menyatakan tidak ingin kembali mengajukan praperadilan. Ia akan menghadapi proses hukum yang berjalan. "Apapun saya hadapi, ikutin saja. Kalau praperadilanbikin kaya lawyer saja buat apa," tandasnya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya