Dark/Light Mode

Pemerintah Sedang Berjuang Pulihkan Ekonomi, Jangan Perkeruh Ruang Publik Dengan Hoaks

Minggu, 21 Juni 2020 21:15 WIB
Ketua GEMA Indonesia Rahmat Hidayat (Foto: Istimewa)
Ketua GEMA Indonesia Rahmat Hidayat (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gerakan Mahasiswa Indonesia (GEMA Indonesia) mengajak publik tidak menjadi pelopor penyebaran hoaks di tengah pandemi Covid-19. GEMA Indonesia tak ingin perputaran hoaks tentang wabah tersebut terus massif.

Menurut data yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Informatika per 28 April 2020, terdapat 607 kasus hoaks terkait Covid-19. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan. Masyarakat tidak diedukasi dengan baik dan benar.

Baca juga : Mentan SYL Datangi Lampung Memastikan Pertanian Berproduksi

Ajakan menghindari hoaks Covid-19 dibalut lewat konten video testimoni sejumlah pihak yang berkompeten. Mengangkat tema Optimalisasi Peran Pers dan Milenial Dalam Membendung Hoaks Serta Mendukung Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19, GEMA Indonesia ingin memberikan pemahaman dam edukasi kepada masyarakat.

"Kita harus mencegah penyebaran hoaks yang begitu massif tentang pandemi Covid-19. Semua pihak harus bersatu melawan Covid-19 dan menjadi agen yang menghentikan penyebaran hoaks. Pemerintah yang sedang berjuang memulihkan ekonomi di tengah pandemi ini," imbau Ketua GEMA Indonesia Rahmat Hidayat, di Jakarta, Minggui (21/6).

Baca juga : Ketua Relawan Jokowi Mania Tertarik Masuk Partai

Rahmat memaparkan, contoh hoaks antara lain berupa pesan berantai bahwa Covid-19 hanya akal-akalan atau sebuah konspirasi, bantuan voucher gerai minimarket saat PSBB, hingga ragam aksi kejahatan setelah narapidana dibebaskan akibat wabah Covid-19. "Apabila hoaks-hoaks tadi dijadikan dasar, maka akan semakin banyak orang yang terinfeksi hingga meninggal," kata Rahmat, mengingatkan.

Dia juga mengajak semua pihak untuk gotong royong dalam pemulihan ekonomi kerakyatan pasca pandemi Covid-19. Ini sejalan dengan kebijakan Presiden Jokowi Jokowi dan Program Nawacita. Sebab, tidak dipungkiri, pandemi Covid-19 telah menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan, UMKM banyak yang mati, bahkan pertumbuhan ekonomi nasional anjlok ke level 2,97 persen pada Kuartal Pertama 2020. Lebih parahnya lagi, para ahli memprediksi perekonomian Indonesia akan menyentuh titik terendah pada Kuartal Kedua 2020.

Baca juga : Pemerintah Pede Ekonomi Bakal Pulih Tahun Depan

"Tidak mungkin kita menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Sebagus apapun kebijakan dan program nasional yang dicanangkan, tidak akan berhasil tanpa dukungan seluruh rakyat Indonesia. Semua pihak harus bersatu mendukung pemulihan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19," tandasnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.