Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tahap Pertama Diproduksi 100 Juta, Harganya Ditaksir 70 Ribu-140 Ribu
Kalau Vaksin Covid Gratis Rakyat Pasti Tepuk Tangan
Kamis, 23 Juli 2020 06:18 WIB
Sebelumnya
Presiden Jokowi juga sudah memberikan pernyataan atas vaksin ini. "Proses dan protokol fase uji klinis tersebut akan mendapatkan pendampingan ketat dari BPOM. Apabila dinyatakan lolos, BPOM akan mempercepat pemberian izin edarnya," tulis Jokowi di akun Twitter @jokowi, kemarin.
Jokowi menambahkan, jika uji klinis tahap tiga berhasil, vaksin akan diproduksi Bio Farma. "Menurut laporan yang saya terima, BUMN kita sudah siap memproduksi vaksin ini dengan kapasitas 100 juta dosis per tahun, bahkan bisa ditingkatkan jadi 250 juta dosis," sambungnya.
Baca juga : Polisi Gagah Kembali Kalau Bisa Ringkus Djoko Tjandra
Selasa (21/7), Jokowi menerima tim uji klinis vaksin Covid-19 dari FK Unpad, Bio Farma, dan BPOM di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengatakan Indonesia akan melakukan uji klinis vaksin Covid-19 tahap tiga dengan melibatkan 1.630 sukarelawan. Sementara, hasilnya nanti akan dibandingkan dengan hasil uji klinis yang sama di berbagai negara.
Selain di Indonesia, uji klinis tahap tiga vaksin bernama CoronaVac ini juga dilakukan di Brasil dan Bangladesh. Uji klinis tahap satu dan dua menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan terbentuknya antibodi Covid-19 di tubuh sukarelawan.
Baca juga : Kematian Kasus Positif Corona Di Indonesia Masih Tinggi Lho
Di kesempatan berbeda, Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari FK Unpad Eddy Fadlyana mengungkapkan, uji klinis tahap ketiga Sinovac akan dilakukan di enam tempat. Sukarelawan uji klinis tahap ketiga Sinovac berusia antara 18-59 tahun. "Setelah kami mendapat izin komite etik, kami akan langsung melakukan sosialisasi besar-besaran kepada masyarakat lewat penyuluhan langsung atau menyebarkan leaflet," kata Eddy Fadlyana dalam jumpa pers di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Bandung, Jawa Barat, kemarin.
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto berharap, vaksin ini dibagikan gratis ke rakyat kecil. Menurutnya, rakyat kecil sedang tergencet. Buat makan pun susah, apalagi disuruh membeli vaksin. "Rakyat kecil harus gratis sedangkan rakyat mampu harus bayar. Ini namanya keadilan," kata Darmadi, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Duitnya Bisa Buat Penanganan Corona, Negara Lagi Butuh Tuh
Politisi PDIP ini mengusulkan pemerintah mengklasifikasikan kelompok mana yang mendapatkan vaksin gratis dan kelompok mana yang harus bayar. "Nggak adil kalau yang mampu digratiskan karena cuma memberatkan anggaran kita. Pemerintah harus memikirkan konsep secara jelas agar yang benar-benar mampu tidak ikut-ikutan gratis juga," ungkapnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya