Dark/Light Mode

Kiai Said Belum Terima Nadiem

NU Masih Jengkel

Senin, 3 Agustus 2020 06:41 WIB
Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj (Foto: Dok. NU)
Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj (Foto: Dok. NU)

 Sebelumnya 
Apakah POP akan berlanjut? Saat mengunjungi beberapa sekolah di Bogor, Jawa Barat, Kamis lalu, Nadiem memastikan, program pelatihan untuk guru itu akan terus berjalan. Dia pun tetap mengharapkan dukungan dari NU, Muhammadiyah, dan PGRI untuk program itu. "Program ini ke depan harus maju, karena begitu banyak semangat yang sudah lolos di program ini," katanya.

Ia mengatakan, Kemendikbud ingin bisa belajar dari pergerakan pendidikan yang ada di tengah masyarakat. Nadiem ingin program tersebut tetap dapat dilanjutkan. 

Baca juga : Usia 38 Tahun, Zlatan Masih Lengket di AC Milan

Dalam kesempatan itu, Nadiem juga mengatakan akan mengundang pihak dari luar, seperti Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan KPK untuk turut mengevaluasi dan memberikan penilaian mengenai sistem program tersebut. 

Nadiem juga memastikan, setiap organisasi yang sudah diverifikasi akan diverifikasi ulang untuk memastikan mereka adalah organisasi yang kredibel dengan integritas yang tinggi serta memiliki nilai-nilai yang baik.

Baca juga : Idul Adha di Masa Pandemi

Direktur Visi Indonesia Strategis Abdul Hamid mengatakan, Nadiem dan NU mesti duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini. Menurut dia, program yang digagas Kemendikbud itu tidak akan menjadi polemik jika Nadiem memahami akar persoalan pendidikan di Indonesia. Dia memandang, Nadiem baru bisa memotret masalah pendidikan pada satu sisi dan itu permukaan, tanpa mencoba memperdalam akar persoalan. 

Abdul Hamid menyatakan, sebelum ini, Nadiem harusnya duduk bersama atau mendatangi organisasi-organisasi yang sudah puluhan tahun bahkan sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah dan NU juga PGRI untuk membahas masalah ini. "Memilih Tanoto dan Sampoerna Fondation sebagai bagian dari penerima program adalah contoh gagal paham Mendikbud," ujarnya.

Baca juga : Kepada Nadiem, Imin Jengkel Tapi Sayang

Pakar Pendidikan Indra Charismiadji mengkritik gaya komunikasi Nadiem. Dia melihat, gaya komunikasi Nadiem terkesan minim dan elitis. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kekisruhan POP. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.