Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Duit Edisi HUT RI Diserang Hoaks
Baju Adat Kaltara Disebut Baju China
Rabu, 19 Agustus 2020 07:58 WIB
Sebelumnya
Tak ingin masyarakat larut dengan hoaks gambar yang ada di duit baru, Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi langsung turun tangan menjelaskan. Menurut dia, pada bagian muka duit itu terdapat gambar pasangan Soekarno dan Mohammad Hatta.
Sedangkan di bagian belakangnya, menampilkan ragam budaya yang ada di Tanah Air. Tujuannya untuk memperkuat kebhinnekaan yang diwujudkan dengan anak-anak mengenakan pakaian adat yang mewakili wilayah dari barat, tengah, dan timur.
Baca juga : Sudah Diskenariokan Sejak 20 Juli, Mahfud Nggak Kaget Djoko Tjandra Ditangkap
“Ada yang bertanya itu kok sepertinya dari Tiongkok? Itu bukan, tapi itu baju dari Kalimantan Utara, baju Tidung. Ini proses pemilihannya sudah dibicarakan dengan budayawan dan kita berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat. Juga dengan adat suku Tidung di Kalimantan Utara,” kata Kepala Departemen Pengelo laan Uang BI, Marlison Hakim.
Dia menuturkan, sembilan pakaian adat tersebut belum pernah diterbitkan dalam mata uang. Sembilan daerah itu mewakili tiap 3 daerah di wilayah barat, tengah dan timur. Dari barat, ada Nanggroe Aceh Darussalam, Riau, dan Gorontalo. Dari tengah disematkan baju adat asal Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Gorontalo.
Baca juga : HIPMI Dorong Pengusaha Muda Garap Bisnis Pertanian
“Sedangkan yang dari timur ada NTT, Maluku, dan Papua. Kita tampilkan anak-anak asli dari daerah tersebut, yang ingin kita gambarkan adalah keanekaragaman dari sisi penduduk,” sebutnya. Pakaian anak yang disebut dari China itu merupakan satu dari pakai an adat milik Suku Tidung, Kaltara. Mahkota atau topi khas yang dikenakan, biasanya dipakai oleh pengantin pria Suku Tidung.
Sebagai catatan, Suku Tidung lebih dikenal sebagai Suku Dayak yang telah beragama Islam. Meski demikian, terdapat kelompok masyarakat Suku Tidung yang mengidentifikasikan dirinya bukan sebagai Suku Dayak. Mereka menye but dirinya sebagai Tidung Ulun Pagun atau Suku Tidung beragama Islam dan hidup dengan budaya pesisir.
Baca juga : Ronny Bugis, Penyerang Novel Baswedan Dituntut Satu Tahun
Sementara itu, orangtua Muhammad Izzam-anak yang mengenakan pakaian adat Suku Tidung-Hendra Mau lana menyesalkan penyebaran hoaks ter sebut. “Saya sebagai orangtua sebenarnya cukup prihatin dengan berita (hoax) itu, namun hikmah dengan adanya berita tersebut yaitu masyarakat Indonesia jadi tahu tentang pakaian adat Tidung,” kata Hendra seperti dikutip dari detikcom, Selasa (18/8). [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya