Dark/Light Mode

Lupa Sebut Wapres Saat Sambutan

Jokowi Mesem-mesem

Rabu, 9 September 2020 06:19 WIB
Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Maruf Amin tengah berjalan sesaat sebelum rapat di Istana Negara.
Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Maruf Amin tengah berjalan sesaat sebelum rapat di Istana Negara.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ada kejadian lucu di Istana Negara, kemarin. Presiden Jokowi lupa menyebut nama Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat memberi sambutan.

Peristiwa ini terjadi saat Jokowi memimpin Kick Off Meeting Pemeriksaan atas Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dalam Penanganan Pandemi Covid-19, di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Pimpinan BPK, para menteri hingga Wapres hadir dalam acara ini. Momen itu terekam dalam akun YouTube Sekretariat Presiden. Video berjudul Kick Off Meeting Pemeriksan atas Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dalam Pandemi.

Hingga semalam, video ini sudah ditonton 6.488 kali. Awalnya, semua berjalan sesuai protokol kepresidenan. Jokowi, Ma’ruf, dan Ketua BPK Agung Firman Sampurna berjalan berdampingan, memasuki ruang rapat.

Di sana, sudah menunggu sejumlah menteri Kabinet Kerja yang menjalankan protokol kesehatan. Selain jaga jarak, mereka yang hadir dobel pertahanan: masker dan pelindung wajah.

Adapun menteri yang hadir, yakni Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.

Baca juga : Luhut: Transportasi Darat Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Tak ketinggalan Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sebagai pembuka, mereka yang hadir menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Kemudian dilanjut pemaparan Ketua BPK sekitar 15 menit. Tiba giliran Jokowi untuk memberikan sambutan. Saat beranjak dari tempat duduk, sebenarnya eks Gubernur DKI itu sempat menoleh ke arah Ma’ruf, baru berjalan ke podium.

Sesampainya di podium, Jokowi pun membuka pelindung wajah, dan maskernya. Usai mengucap salam, Jokowi langsung menyapa jajaran BPK. Sangat lengkap. Mulai dari ketua, wakil, pimpinan, sampai anggotanya.

Tiba-tiba, pidato Jokowi terhenti. Dia langsung menengok ke arah Wapres. “Yang saya hormati, mohon maaf Pak Wapres, hampir kelupaan. Yang saya hormati Bapak Wakil Presiden RI,” ucapnya, salting, sambil mesem-mesem.

Dilanjutkan menyapa para menteri Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga non kementerian. Sebenarnya, peristiwa Jokowi lupa menyapa Ma’ruf Amin bukan kali pertama terjadi.

Peristiwa yang sama pernah terjadi November tahun lalu, saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2020 di Istana Negara.

Baca juga : Sibuk Ngurus Pandemi, Berat Badan Jokowi Turun 3 Kg

Di acara tersebut, Jokowi juga sempat lupa menyapa Wapres di awal sambutannya. Alasan Jokowi, karena terlalu sering bersama, hingga lupa menyapa Ma’ruf.

“Kadang-kadang kalau sudah sampai di podium itu, karena hampir setiap hari saya dengan Beliau, malah lupa. Karena sering bersama-sama,” kilahnya saat itu.

Menanggapi kejadian itu, membuat warganet heboh. Ada yang menganggap lucu, tapi ada juga yang terlalu serius menilainya.

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio salah satunya. Dia menerjemahkan kejadian tersebut sebagai pancair suasana.

Sebab, menurut Hendri, tak mungkin seorang Jokowi lupa menyapa para peserta yang hadir. Apalagi, biasanya nama-nama yang harus disapa sudah tertera di kertas yang dibawanya.

“Itu sih bukan nggak sengaja juga. Nggak ada niatan, malah untuk lupa. Mungkin masalah giliran aja kali. Atau Pak Jokowi-nya pengen bercanda kali sama Kiai Ma’ruf. Masa iya dia lupa,” seloroh Hendri.

Baca juga : Yusril: Putusan MA Soal Pilpres Tak Batalkan Kemenangan Jokowi-Maruf

“Pak Jokowi mewakili seluruh rakyat Indonesia yg lupa kalau punya Wapres,” kata akun @SelvianiB dengan menyertakan emoticon tertawa.

“Mungkin saking senyapnya Pak Kiai, sehingga tidak terasa keberadaannya. Jadi Mr Jok ya lupa lah, iya kan?” timpal @ hasrat_magabe. “Antara ada dan tiada mungkin Pak Kiai, hehehe,” kelakar @ matabdulaziz.

Akun @BROTOYUDO4 menaruh empati dengan eks Ketua MUI ini. “Kasihan dilupakan. Padahal perolehan suaranya yang mendongkrak dia jadi Presiden,” timpalnya.

“Akibat hanya sebagai pelengkap dan pengumpul suara dari kalangan jamaahnya ulama,” sambar @Opiniku18. Akun @darnatisman4 coba ngademin.

Menurutnya, kejadian itu tak jauh beda ketika ada mobil mogok dan didorong orang tak dikenal.

“Nasib si tukang dorong. Kalo sudah jalan, lupa atau dilupakan,” cetusnya. Akun @usmans92 belain Wapres. Kata dia tunggu tanggal mainnya. “Kapan-kapan dibalas Pak Ma’ruf,” sarannya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.