Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir
Tunda Pilkada Demi Keselamatan Bangsa
Selasa, 22 September 2020 14:37 WIB
Sebelumnya
Haedar mengatakan, bila pemerintah, DPR, dan KPU tetap melaksanakan sesuai jadwal, tentu merupakan keputusan otoritatif mereka. Siapa yang dapat mencegah.
Namun bagi Muhammadiyah dan para pihak yang mengusulkan penundaan, berarti sudah menyelesaikan kewajibannya menyampaikan pandangan yang bersifat masukan demi keselamatan bangsa.
"Demokrasi penting, tetapi keamanan jiwa manusia Indonesia lebih penting lagi. Bukankah tingkat persentase kematian akibat Covid di negeri ini termasuk tinggi? Bahkan untuk tenaga kesehatannya, tertinggi dari negara-negara lain. Itulah keprihatinan Muhammadiyah," ucap Haedar.
Dengan memberi masukan, tugas moral keagamaan dan kebangsaan Muhammadiyah dalam menjalankan fungsi ormas sudah selesai. Sambil terus berbuat yang bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam menangani Covid-19.
Baca juga : Muhammadiyah Minta KPU Tunda Pilkada Serentak
Terkait hal ini, tugas Muhammadiyah lebih bersifat dakwah, dan berikhtiar untuk mencegah semakin beratnya keadaan akibat Covid. Satu nyawa itu sangat mahal, nilainya sama dengan seluruh nyawa bangsa Indonesia. Begitulah spirit keagamaan dalam Islam (QS Al-Maidah: 32).
"Alhamdulillah, bila pemerintah sudah siap menyelenggarakan Pilkada di masa pandemi dengan meniru Singapura, Jerman, Perancis, dan Korea Selatan. Negara-negara tersebut dikenal maju dan berstandar tinggi dalam hal peran pemerintahnya, penegakkan hukumnya, sistem kesehatannya, dan disiplin masyarakatnya. Semoga, Indonesia sebagus negara-negara maju tersebut dalam dalam menangani dan mengendalikan Covid-19," ujar Haedar.
Baca juga : Bos NU Seirama Dengan JK
"Kalau Pilkada tetap dilaksanakan demi hak demokrasi, kita berharap semuanya berjalan baik dan lancar. Namun, kalau di kala dan usai Pilkada, keadaan Covid-19 menjadi tidak terkendali, ini tentu sangat tidak diinginkan oleh siapa pun. Maka mudah-mudahan ada yang mau dan berani bertanggung jawab," tandasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya