Dark/Light Mode

Rakyat Jangan Dibikin Cemas

Moeldoko Gigit Gatot

Jumat, 2 Oktober 2020 07:21 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) dan Gatot Nurmantyo. (Foto: Istimewa)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) dan Gatot Nurmantyo. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko gerah juga dengan manuver-manuver yang dilakukan eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Dia mengingatkan juniornya itu, jangan bikin rakyat cemas dan mengganggu stabilitas politik. memang, Moeldoko tak menyebut dengan jelas nama Gatot, tapi semua orang ngerti, “gigitan” Moeldoko ini pasti diarahkan ke Gatot.

Pernyataan Moeldoko itu tidak dikeluarkan dalam wawancara dengan wartawan. Tetapi, dia utarakan saat interview dengan Staf Komunikasi Politik Kantor Staf Kepresidenan (KSP), di Semarang, kemarin. Kemudian, hasil wawancara itu dibagikan ke wartawan dalam bentuk dokumen digital. Dokumen yang diberi judul; “Membangun Kewaspadaan yang Menenteramkan” itu, berisi tanya jawab. Di susun sistematis sehingga jawabannya saling menyambung sampai pertanyaan terakhir.

Baca juga : Lacazette Janji Bikin Arsenal Terus Bersinar

Wawancara diawali pertanyaan umum, soal Kesaktian Pancasila dan isu komunisme. Moeldoko menjawabnya diplomatis. Kesaktian Pancasila adalah momen sejarah yang harus selalu diingat, untuk membangun kewaspadaan. Pertanyaan berikutnya langsung menyinggung berbagai manuver Gatot.

Staf KSP yang mewawancarai Moeldoko tak menyebut nama Gatot secara terang. Hanya menyebutnya seorang mantan panglima. Tapi jelas, Gatot lah yang dimaksud. Karena akhir-akhir ini tidak ada mantan Panglima TNI yang keluar kandang dan bikin heboh.

Baca juga : Para Legenda Bulutangkis Minta Moeldoko Jadi Ketum PBSI

Isu yang ditanyakan juga mengarah ke Gatot terkait benar tidaknya Gatot dicopot dari kursi Panglima TNI karena mengajak para prajurit nobar G30S/PKI. Moeldoko bilang, itu adalah pendapat subyektif. “Ya, boleh-boleh saja, sejauh itu perasaan,” jawabnya.

Tapi Moeldoko mengingatkan, perasaan Gatot itu belum tentu sesuai dengan yang dipikirkan pimpinannya. Pergantian pucuk pimpinan di sebuah organisasi, ditegaskannya, melalui berbagai pertimbangan. Bukan hanya pertimbangan kasuistis, tetapi pertimbangan yang lebih komprehensif. Kemudian, pertanyaan beralih soal Gatot yang menyebut ancaman kebangkitan PKI di Indonesia semakin nyata.

Baca juga : Selamat Jalan, Sahabat (In Memorial Kristanto)

Yang menarik, si penanya mengaitkannya dengan periode kepemimpinan Moeldoko. Gatot memang menerima tongkat komando Panglima TNI dari Moeldoko. “Apakah saat Anda menjabat Panglima TNI, ancaman (PKI) itu tidak muncul? Atau, apakah ancaman itu muncul tiba tiba setelah Anda tidak lagi menjabat?” tanya staf KSP ke Moeldoko.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.