Dark/Light Mode

3 Juta Vaksin Sudah Di Bandung

Yang Bakal Disuntik Sudah Di-SMS, Yang Belum Sabar

Sabtu, 2 Januari 2021 05:15 WIB
Petugas memindahkan vaksin COVID-19 dari China Sinovac Biotech Ltd. ke ruangan khusus saat tiba di PT Bio Farma (Persero) di Bandung, Jawa Barat, 7 Desember 2020. (Foto: Muchlis Jr - Sekretariat Presiden)
Petugas memindahkan vaksin COVID-19 dari China Sinovac Biotech Ltd. ke ruangan khusus saat tiba di PT Bio Farma (Persero) di Bandung, Jawa Barat, 7 Desember 2020. (Foto: Muchlis Jr - Sekretariat Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tiga juta vaksin Covid-19 dari Sinovac, China, sudah ada di Bandung. Pemerintah pun siap melakukan penyuntikan sambil menunggu lampu hijau dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Mereka yang akan disuntik vaksin sudah di-SMS (Short Message Service). Buat yang belum, harap sabar ya.

Jelang tutup tahun 2020 kemarin, 1,8 juta vaksin Sinovac gelombang kedua mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Kedatangan vaksin ini langsung disambut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Dengan datangnya vaksin tambahan ini, Indonesia total memiliki 3 juta vaksin. Sebelumnya, awal Desember 2020, Pemerintah sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin tersebut langsung dibawa ke Bandung, untuk disimpan di fasilitas penyimpanan vaksin Bio Farma. Sinovac. Vaksin yang baru datang

Berita Terkait : Terima Kasih Pak Jokowi, Tahun Baru Harapan Baru

“Penyimpanan sesuai dengan protokol penyimpanan vaksin secara aman sesuai dengan standar WHO (World Health Organization),” kata Retno.

Retno juga mengatakan, Pemerintah telah menandatangani kesepakatan dengan dua produsen vaksin, yakni AstraZeneca dan Novavax untuk mendapatkan 100 juta vaksin.

“Kami sudah mengamankan pasokan vaksin dari AstraZeneca dan Novavax masing-masing 50 juta dosis,” ujar Retno.

Berita Terkait : Ini 7 Jenis Vaksin Covid Yang Akan Digunakan Di Indonesia

Dengan datangnya 3 juta vaksin ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mempersiapkan vaksinasi sambil menunggu izin dari BPOM. Salah satunya dengan mengirimkan secara serentak kepada seluruh penerima vaksin Covid-19 yang telah terdaftar.

Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada 28 Desember 2020.

Dalam KMK tersebut, disebutkan pengiriman pemberitahuan SMS akan diberikan serentak mulai 31 Desember 2020. Adapun sasaran penerima SMS adalah mereka yang namanya telah terdaftar dalam “Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19”
 Selanjutnya