Dark/Light Mode

Kurkumin, Antikanker Untuk Minimalisir Gejala Kronis Akibat Covid-19

Rabu, 27 Januari 2021 00:38 WIB
Kunyit dan kurkumin. (Foto: Istimewa)
Kunyit dan kurkumin. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keganasan Covid-19 belum terbendung. Per 27 Januari 2021, kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 1.012.350. Dari jumlah itu, sebanyak 28.468 orang meninggal.

Covid-19 menyerang tanpa pandang bulu. Dewasa, anak-anak, orang tua, laki-laki, perempuan, semua bisa terinfeksi. Ada yang gejalanya ringan, ada yang berat dan menimbulkan kematian. Orang dengan penyakit penyerta dan komplikasi berpotensi akan lebih parah jika terinfeksi Covid-19.

Dalam data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan, para lansia dan orang dengan penyakit tertentu, seperti pengidap penyakit kronis, lebih sering mengalami gejala yang parah akibat komplikasi Covid-19. Ini terjadi karena penyakit kronis menyebabkan sistem kekebalan penderita melemah, sehingga lebih sulit melawan infeksi yang timbul. 

Baca juga : Patuhi 4M, Tito Ingatkan Vaksin Bukan Obat Covid-19

Salah satu jenis penyakit kronis yaitu kanker. Saat penderita kanker terserang virus Corona, sistem kekebalan tubuhnya akan menjadi lebih lemah. Hal ini dikarenakan metode pengobatan, seperti kemoterapi maupun radioterapi, yang dapat mengakibatkan sumsum tulang penderita kanker tidak lagi memproduksi sel darah putih yang memiliki peran penting terhadap sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, pasien kanker yang terinfeksi virus Corona lebih cenderung mengalami banyak komplikasi yang berbahaya. Seperti pneumonia berat, gagal napas, serangan jantung, kerusakan hati, dan gagal ginjal. 

Sebagai upaya pencegahannya, harus dicarikan agen antikanker. Agen ini bisa didapat dari bahan alami yang mudah diperoleh, murah, dan memiliki efek samping minimum.

Keanekaragaman hayati Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menemukan senyawa baru yang efektif. Salah satunya, zat antikanker yang terkandung dalam kunyit yaitu kurkumin. 

Baca juga : Februari, Bio Farma Siap Distribusi 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Kurkumin adalah bagian warna kuning yang terkandung dalam kunyit, yang memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan, anti radang, dan antikanker. Oleh penduduk Asia, khususnya India dan Indonesia, kunyit sering digunakan sebagai zat aditif dalam makanan, bumbu, dan obat.

Dalam penelitian dua dekade terakhir, diketahui bahwa kurkumin berperan sebagai senyawa aktif antikanker. Mekanisme kerja kurkumin sebagai obat antikanker sebenarnya sedikit kompleks. Sebagai antioksidan, kurkumin menangkap radikal bebas sehingga dapat menghambat terjadinya proses pembentukan sel kanker.

Kurkumin memiliki sifat sebagai antiproliferasi, yaitu mampu menghambat proses perkembangbiakan sel, sehingga kondisi sel dalam tubuh tumbuh dengan normal. Kurkumin juga mampu membunuh sel-sel yang memiliki peluang tumbuh sebagai sel kanker.***

Baca juga : Desk Relawan Pastikan Relawan Gempa Sulbar Aman Covid-19

Penulis: Wina Andriani, Mahasiswa Pendidikan Kimia UIN Bandung

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.